
Bea Masuk 0% Impor Mobil Listrik Hanya Sampai Akhir 2025

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah bakal menagih pabrikan mobil listrik yang mengimpor kendaraan dengan fasilitas bea masuk 0%, selama ini kendaraan yang dijual di Indonesia bisa lebih murah, bagian dari upaya tes pasar. Setelah itu, pabrikan mobil listrik tersebut harus memproduksi kendaraan di Indonesia sebanyak jumlah unit yang diimpor.
"Kemenperin akan menagih kepada produsen mobil listrik yang selama ini impor CBU untuk mulai produksi di Indonesia. Dengan skema satu banding satu," kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief, dikutip Jumat (29/8/2025).
Dengan memproduksi kendaraan di dalam negeri, atau bukan hanya mengimpor, maka akan semakin banyak proses pengerjaan produksi di dalam, sehingga tenaga kerja bisa semakin banyak terserap. Salah satu yang menjadi fokus adalah pengembangan industri baterai, komponen penting yang menjadi salah satu penyumbang termahal.
"EV nanti kita lihat seperti apa rantai pasoknya. Tapi kalau kita ada program hilirisasi industri baterai, kita dorong itu saja," sebut Febri.
Hingga kini, pemerintah belum ada rencana untuk memperpanjang insentif yang sudah diberikan. Berdasarkan regulasi yang berlaku, maka mobil impor CBU seperti BYD, Geely dan lainnya tidak semurah saat ini jika tidak memproduksinya di dalam negeri.
"Tahun depan kita akan tagih (produksi EV lokal), Kebijakan itu baru sampai akhir tahun ini dan belum ada pembahasan lanjutan tentang itu (perpanjangan). Itu harusnya sudah membuat optimis industri otomotif dalam negeri," ujar Febri.
Hingga kini, Investasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai Rp 5,653 triliun, nilai tersebut terdiri dari tiga jenis kendaraan yakni mobil listrik, motor listrik serta bus listrik.
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan pada Kementerian Perindustrian RI Mahardi Tunggul Wicaksono menyebut nilai investasi itu masih berpotensi akan terus bertambah.
"Investasi di mobil listrik masih menjadi yang terbesar dengan total investasi Rp 4,12 triliun dengan jumlah pabrikan mobil listrik sebanyak 9 perusahaan dengan kapasitas produksi 70.060 unit/tahun," ujar Tunggul.
(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap! Ferrari Bakal Rilis Mobil Listrik