Rincian Rp1.377 T Duit APBN Buat Rakyat, Bisa Bantu Ekonomi RI di 2026

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
29 August 2025 09:05
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, hari ini, Senin (4/7/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merekayasa lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sejak Senin (4/7/2022) hingga Senin (10/7/2022) yang diterapkan mulai pukul 16.00-21.00 WIB. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Bundaran HI. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Arus Lalu Lintas di kasawan Bundaran HI, Senin (4/7/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana belanja pemerintah pada 2026 yang manfaatnya langsung dinikmati masyarakat bisa menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 di level 5,2%. Sedikit lebih tinggi dari prospek pertumbuhan pada 2025 di kisaran 5%.

Tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan, setidaknya ada dana Rp 1.377 triliun dalam APBN 2026 yang manfaatnya bisa langsung dinikmati masyarakat. Dalam RAPBN 2026, pemerintah menganggarkan belanja negara sekitar Rp 3.786,5 triliun.

"Kita melihat APBN masih akan mendukung ekonomi, terutama dari sisi konsumsi dan investasi," kata Kepala Departemen Riset Ekonomi Makro dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, Kamis (28/8/2025).

Dari total belanja yang langsung dinikmati masyarakat itu, tim ekonom Bank Mandiri mencatat, setidaknya terbagi ke dalam 18 program prioritas pemerintah.

Berikut ini daftar rincian program pemerintah yang langsung ke dompet rakyat:

1 Subsidi Energi & Kompensasi Rp 381 triliun atau 10,1% dari total belanja.

2 Makanan Bergizi Gratis Rp 335 triliun atau 8,8% dari total belanja

3 Subsidi Non-Energi termasuk KUR dan Subsidi Pupuk Rp 109 triliun atau setara 2,9% dari total belanja

4 Bantuan Pendidikan (Beasiswa PIP/KIP dan lainnya) Rp 89 triliun atau setara 2,3% dari total belanja

5 Koperasi Desa Merah Putih Rp 83 triliun atau 2,2% dari total belanja

6 Bantuan Iuran Asuransi Kesehatan Rp 69 triliun atau 1,8% dari total belanja

7 TPG/TPD untuk Non-PNS Rp 64 triliun atau 1,7% dari total belanja

8 Perumahan Rp 49 triliun setara 1,3% dari total budget

9 Kartu Sembako (BPNT) Rp 44 triliun atau setara 1,2% dari total budget

10 Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 29 triliun atau setara 0,8% dari total budget

11 Bulog dan Cadangan Pangan Rp 29 triliun setara 0,8% dari total budget

12 Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda Rp 28 triliun atau 0,7% dari total budget

13 Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Rp 25 triliun atau setara 0,7% dari total budget

14 Renovasi/Rehabilitasi Sekolah Rp 23 triliun atau 0,6% dari total anggaran belanja

15 Lumbung Pangan Rp 22 triliun atau setara 0,6% dari total belanja

16 Bendungan & Irigasi Rp 12 triliun atau setara 0,3% dari total belanja

17 Pemeriksaan Kesehatan Gratis & TB, Revitalisasi Rumah Sakit Rp 7 triliun atau setara 0,2$ dari total budget

18 Kampung Nelayan Nasional & Program Garam Rp 7 triliun atau setara 0,2% dari total belanja


(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Solusi Ekonomi RI Balik Tumbuh 5%: Pemerintah Wajib Belanja!

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular