Internasional

Ekonomi AS Melaju 3,3% di Kuartal II, Kuat di Tengah Tarif Trump

tfa, CNBC Indonesia
29 August 2025 08:00
WASHINGTON, DC - MAY 12: Flags at the base of the Washington Monument fly at half staff as the United States nears the 1 millionth death attributed to COVID May 12, 2022 in Washington, DC. U.S. President ordered flags to fly at half-mast through next Monday and said the nation must stay resolved to fight the virus that has “forever changed” the country. (Photo by Win McNamee/Getty Images)
Foto: Bendera Amerika Serikat (Photo by Win McNamee/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal II-2025, ditopang pengeluaran konsumen dan aktivitas bisnis yang masih tangguh di tengah ketidakpastian tarif yang dikeluarkan Presiden Donald Trump.

Departemen Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto (PDB) naik 3,3% secara tahunan pada April-Juni. Angka ini lebih tinggi dari estimasi awal 3,0% dan konsensus Dow Jones sebesar 3,1%.

Kontributor utama berasal dari pengeluaran konsumen yang tumbuh 1,6%, lebih tinggi dari perkiraan awal 1,4%. Selain itu, penjualan akhir kepada pembeli domestik swasta, indikator yang dicermati Federal Reserve (The Fed) sebagai ukuran permintaan domestik, melonjak 1,9% dari sebelumnya 1,2%.

"Kabar baiknya adalah konsumsi ternyata lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Warga Amerika terus berbelanja meskipun ada tarif dan ketidakpastian," ujar Heather Long, Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, dikutip CNBC International, Jumat (29/8/2025).

"Namun, ke depannya, perekonomian kemungkinan akan tetap melambat dengan pengeluaran dan pertumbuhan sekitar 1,5% seiring tarif semakin terasa bagi konsumen," tambahnya.

Dari sisi perdagangan, impor anjlok 29,8% setelah perusahaan menimbun barang sebelum kebijakan tarif Presiden Donald Trump berlaku pada April lalu. Angka ini sedikit lebih baik dari perkiraan kontraksi 30,3%. Sementara itu, ekspor turun 1,3%, lebih baik dari proyeksi penurunan 1,8%. Secara bersih, ekspor neto menambahkan hampir 5 poin persentase terhadap pertumbuhan PDB kuartal II.

Meski demikian, secara keseluruhan perekonomian AS masih menunjukkan tren melambat. PDB paruh pertama tahun ini tumbuh rata-rata 2,1%, dengan kuartal I sempat terkontraksi 0,5%. Menurut model GDPNow The Fed Atlanta, pertumbuhan kuartal III diperkirakan melambat ke 2,2%.

Dari sisi inflasi, data terbaru tidak banyak berubah. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti, yang mengecualikan makanan dan energi, tetap naik 2,5%. Sementara PCE utama turun tipis menjadi 2%, sejalan dengan target inflasi The Fed.


(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Presiden Fed Chicago Ungkap Peluang Perlambatan Ekonomi AS

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular