Terkena Tren Doom Spending, Gen Z Jadi Penyelamat Ekonomi RI

Arrijal Rachman , CNBC Indonesia
29 August 2025 08:20
Ilustrasi Gen Z. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Gen Z. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mandiri Institute mencatat besarnya kontribusi masyarakat golongan Gen Z di Indonesia hingga mampu menjadi motor utama penggerak pertumbuhan belanja.

Kepala Mandiri Institute Andre Simangunsong mengatakan, Gen Z mendominasi setiap kelompok belanja. Dipengaruhi oleh perilaku doom spending, atau perilaku belanja impulsif yang dipicu kegelisahan akibat kondisi ekonomi tak menentu, sehingga diperoleh hanya untuk mendapatkan kepuasan sesaat.

"Kita melihat Gen Z ini jadi motor pertumbuhan belanja," kata Andre dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, Kamis (28/8/2025).

"tapi kita lihat memang perilaku doom spending ini masih ada di tahun 2025 ini. Doom spending ini apa? Ini seperti impulsif behavior, jadi ini didorong ada sedikit psikologikal effect, sedikit pesimis, tapi masyarakat ini terdorong untuk mencari bagaimana stress relief dalam mencari kepuasan dalam jangka pendek," ucap Andre.

Doom spending itu tercermin dari besarnya proporsi belanja golongan Gen Z di Indonesia untuk periode Januari-Juli 2025 di kelompok experience base atau belanja yang dinikmati secara langsung.

Kelompok belanja terbesar untuk jenis itu bagi Gen Z ialah restaurants mencapai 23,6% dengan pertumbuhan mencapai 2,7% poin dibanding kondisi pada periode yang sama tahun lalu.

Lalu kelompok sports, hobby, dan entertainment yang sebesar 11% porsi belanjanya bagi Gen Z dengan pertumbuhan sekitar 6,5% poin dibanding periode yang sama tahun lalu.

Untuk kategori boomers, pengeluaran restaurants bahkan porsinya hanya 16,6% dengan pertumbuhan hanya 0,9% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan generasi milenial porsi belanja untuk restaurants hanya 20,3% dengan pertumbuhan 1,2% poin, dan untuk keperluan sports, hobby, dan entertainment hanya sebesar 8,3% dengan pertumbuhan 4,6% poin dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Jadi kita melihat dari sini konsumen itu kalau yang kaitannya dengan experience good, itu memang ada shifting preferensi belanja konsumen yang lebih memprioritaskan experience," tutur Andre.

"Experience itu apa? Experience itu hal-hal yang kaitannya dengan misalkan makan di restoran seperti dining out, atau yang kaitannya dengan leisure, termasuk travelling, ataupun misalkan spending untuk penginapan atau hotel," tegasnya.

Dengan model konsumsi itu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2025 mampu mempertahankan pertumbuhan di level 4,97% dengan kontribusi terhadap perekonomian masih menjadi yang terbesar, yakni 54,25%.

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2025 pun secara mengejutkan mampu tumbuh hingga ke level 5,12% secara tahunan atau year on year, melampaui laju pertumbuhan kuartal I-2025 yang hanya sebesar 4,87% yoy.


(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Makin Banyak Anak Muda Tidak Percaya Agama-Tuhan, Ini Datanya

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular