
NATO Makin Serius Siaga PD3, Ini Bukti Barunya

Jakarta, CNBC Indonesia - NATO menyatakan seluruh 32 negara anggotanya akhirnya siap memenuhi target belanja pertahanan sebesar 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini. Capaian tersebut menjadi tonggak penting sebelum aliansi beralih ke target baru yang jauh lebih ambisius.
"Semua sekutu kini diharapkan mencapai target 2% pada 2025, dengan total belanja pertahanan aliansi mencapai US$1,5 triliun (Rp23.250 triliun)," kata NATO dalam pernyataan resminya, Kamis (28/8/2025), seperti dikutip AFP.
Langkah ini muncul setelah negara-negara yang sebelumnya tertinggal, seperti Spanyol, Belgia, dan Italia, mempercepat rencana pengeluaran pertahanan mereka menjelang KTT NATO di Den Haag pada Juni lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden AS Donald Trump mendorong sekutu untuk meningkatkan komitmen belanja pertahanan hingga 5% dari PDB. Dari angka itu, 3,5% dialokasikan untuk pertahanan inti, sedangkan 1,5% untuk bidang terkait keamanan seperti infrastruktur dan keamanan siber.
"Jika Eropa ingin benar-benar mampu menangkal ancaman Rusia, janji-janji ini harus diwujudkan," ujar seorang pejabat senior NATO.
Peningkatan belanja ini dipicu kekhawatiran akan potensi eskalasi dari Rusia. Militer dan badan intelijen Barat memperingatkan Moskow bisa siap menyerang negara NATO dalam waktu tiga hingga lima tahun jika perang di Ukraina berakhir.
Sementara itu, Washington menegaskan ingin mengalihkan lebih banyak tanggung jawab keamanan Eropa ke sekutu. Pentagon bahkan tengah meninjau penempatan pasukan globalnya dan memperingatkan kemungkinan mengurangi keterlibatan di Eropa demi fokus pada China.
Meski sejumlah negara masih berjuang mengejar target, anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Rusia seperti Polandia dan negara-negara Baltik diperkirakan akan mampu melampaui target hingga 5% dalam beberapa tahun mendatang. Polandia bahkan diproyeksikan mencatat pengeluaran 4,48% dari PDB pada 2025, menjadikannya tertinggi di antara anggota NATO.
Saat ini, Amerika Serikat mengalokasikan 3,22% dari PDB untuk pertahanan, jumlah terbesar di aliansi dalam nilai dolar.
(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article NATO Beri Warning Terbaru soal Rusia & China, Muncul Saran Ekstrem Ini
