Surat Ar Rahman Ayat 1-78: Full Arab, Latin, dan Artinya
Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 23/08/2023 16:35 WIB
Foto: Ilustrasi Alquran (Freepik)
Jakarta, CNBC Indonesia - Surat Ar-Rahman merupakan salah satu surat yang berisi keajaiban luar biasa dalam Al-Quran. Pesonanya begitu memikat hati sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri merujuk padanya sebagai 'Arus Al-Qur'an atau Bahkan Pengantin Al-Qur'an'. Mari kita hayati satu hadits yang menggambarkan keindahannya:
لكلِّ شيءٍ عروسٌ، وعروسُ القرآنِ الرحمنِ
Artinya: "Segala sesuatu ada pengantinnya, dan pengantin Al-Qur'an adalah Surah ar-Rahman." (HR Baihaqi).
Keindahan surat Ar-Rahman salah satunya berasal dari ayat berikut yang diulang hingga 31 kali:
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Arab latin: Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban
Artinya: "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan."
Firman Allah SWT ini ditemukan pada ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77. Ayat-ayat ini mengingatkan manusia akan kasih sayang Allah SWT yang tidak terhingga.
"Kalimat yang berulang-ulang diibaratkan aneka hiasan yang biasa dipakai oleh pengantin," demikian tertulis dalam buku "Pengantin Al-Qur'an: Tafsir Surah Ar-Rahman" yang diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Balitbang Diklat Kemenag RI.
Surat Ar Rahman dan artinya ayat 1-78
ٱلرَّحْمَٰنُ
ar-raḥmān
1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,
عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ
'allamal-qur`ān
2. Yang telah mengajarkan al Quran.
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ
khalaqal-insān
3. Dia menciptakan manusia.
عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ
'allamahul-bayān
4. Mengajarnya pandai berbicara.
ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
وَٱلنَّجْمُ وَٱلشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
wan-najmu wasy-syajaru yasjudān
6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ
was-samā`a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān
7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ
allā taṭgau fil-mīzān
8. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
yā ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān
33. Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn
56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
57. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
كَأَنَّهُنَّ ٱلْيَاقُوتُ وَٱلْمَرْجَانُ
ka`annahunnal-yāqụtu wal-marjān
58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
59. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰنُ
hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān
60. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
61. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
wa min dụnihimā jannatān
62. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
63. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
مُدْهَآمَّتَانِ
mud-hāmmatān
64. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
65. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ
fīhimā 'aināni naḍḍākhatān
66. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
67. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا فَٰكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ
fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān
68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
69. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ
fīhinna khairātun ḥisān
70. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
71. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
حُورٌ مَّقْصُورَٰتٌ فِى ٱلْخِيَامِ
ḥụrum maqṣụrātun fil-khiyām
72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
73. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ
lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn
74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
75. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
78. Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.
Dengan mengetahui dan membaca surat Ar Rahman beserta artinya dalam Al Quran serta Asmaul Husna, semoga keimanan kita pada Allah SWT semakin baik.
(miq/miq)
Add
as a preferred
source on Google