BI Jawab Situasi RI Saat Krisis Bank di AS: Everything is Oke

News - Redaksi, CNBC Indonesia
16 March 2023 19:45
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2023. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia) Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2023. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Indonesia rupanya selalu melakukan perkembangan terkini ekonomi dunia dan domestik setiap hari. Nah, koordinasi itu ternyata dilakukan lewat aplikasi percakapan WhatsApp Group.

Hal tersebut diceritakan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat melakukan konferensi pers, Kamis (16/3/2023).

Perry menjelaskan, bahwa KSSK selalu bertemu tiga bulan secara fisik, pun setiap bulan stress test terhadap perbankan juga dilakukan.

Dalam bidang keuangan, uji stres (stress test) adalah sebuah analisis atau simulasi untuk menguji ketahanan sebuah lembaga keuangan seperti perbankan, atau instrumen keuangan lainnya dalam menghadapi kemungkinan situasi 'stres' atau skenario ekonomi yang buruk.

Stress test yang dilakukan BI tersebut, dalam hal ini untuk melihat seberapa kuat ketahanan perbankan di Indonesia, di tengah adanya penutupan 3 bank di Amerika Serikat (AS), yakni Silicon Valley Bank (SVB), Silvergate Bank dan Signature Bank.

"Jadi, sejak tahun lalu pun kita sudah menyampaikan ke KSSK dan dibahas bagaimana kepemilikan bank-bank terhadap SBN," jelas Perry.

"Sejak tahun lalu kita melakukan stress test, di BI setiap bulan tugas kami stress test untuk memastikan everything is ok," ujar Perry lagi.

Hasil stress test tersebut, kata Perry selalu disampaikan dalam forum KSSK, yang bukan hanya dalam forum formal, namun juga disajikan secara informal melalui WhatsApp Group.

WhatsApp Group itu diisi oleh anggota KSSK, Perry sendiri selaku Gubernur BI, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua DK LPS Purbaya Yudhi Sadewa.

"Secara berkala 3 bulan kita (KSSK) bertemu, tapi secara harian kita ada WA grup, bu menteri (Sri Mulyani), saya, Pak Mahendra (Ketua DK OJK), Pak Purbaya (Ketua DK LPS), punya WA grup, grup KSSK. Berarti koordinasinya itu sangat-sangat erat," jelas Perry.

Adapun hasil stress test BI terkini, kata Perry menunjukkan ketahanan perbankan yang kuat. Dan Indonesia tidak memiliki dampak dari tiga Bank AS yang ditutup itu.

Pertama, kata Perry, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan di Indonesia mencapai 25,88% pada Januari 2023. Risiko kredit terkendali, dengan Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet yang masih rendah 2,59% secara bruto dan 0,76% secara neto pada Januari 2023.

Kedua, meskipun risiko likuiditas yang tinggi, dan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 8,18% secara tahunan (year on year/yoy).

Ketiga, pembiayaan deposit tetap terdiversifikasi. Keempat, kepemilikan US Treasury oleh perbankan di tanah air tidak banyak sehingga eksposure-nya terbatas.

Namun, Perry menegaskan bahwa BI tetap waspada mengenai persepsi dari perkembangan guncangan ini. "Persepsi ini yang harus kita kelola. Caranya bagaimana? ya, kita stabilkan rupiah," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani & Gubernur BI Bawa Kabar Baik ke Investor, Simak!


(cap/cap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading