Internasional

Gereja Ortodoks Rusia Buka Suara Pembakaran Alquran di Swedia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 January 2023 07:40
The Supermoon rise behind an illuminated cross from a Christian Orthodox church in Moscow, Russia, Tuesday, April 7, 2020. The phenomenon of Foto: Supermoon di Gereja Ortodoks Kristen di Moskow, Rusia (AP Photo/Alexander Zemlianichenko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus pembakaran kitab suci Alquran di Swedia rupanya tidak hanya membuat geram masyarakat Muslim. Gereja Ortodoks di Rusia buka suara terkait hal tersebut.

Kepala Departemen Sinode untuk Hubungan Gereja dengan Masyarakat dan Media Patriarkat Moskow, Vladimir Legoyda, melabeli pembakaran Alquran di salah satu negara Nordik tersebut sebagai bentuk vandalisme yang tidak bisa diterima.

Legoyda menjelaskan, perjuangan politik seseorang tidak boleh melintasi batas kemanusiaan dan menyinggung hal-hal suci keagamaan.

"Pembakaran Alquran di dekat kedutaan Turki di Swedia adalah tindakan vandalisme yang tidak dapat diterima," ujarnya seperti dikutip dari TASS, Kamis (26/1/2023).

"Seseorang tidak boleh meludahi sesuatu yang sakral bagi orang lain. Sebagai bagian dari perjuangan politik, seseorang tidak boleh melewati batas kemanusian dan menodai hal-hal suci," ujar Legoyda lagi.

Seperti diketahui, pembakaran kitab suci Alquran terjadi kemarin Sabtu (21/1/2023) lalu. Ini dilakukan oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras. Paludan juga mengkritik aliansi NATO, Turki, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Swedia dan Finlandia tahun lalu mendaftar untuk bergabung dengan NATO setelah serangan Rusia ke Ukraina, dan semua 30 negara anggota harus menyetujui tawaran mereka.

Turki mengatakan Swedia khususnya harus terlebih dahulu mengambil sikap yang lebih jelas terhadap terorisme, terutama pada militan Kurdi dan kelompok yang disalahkan atas upaya kudeta 2016.

Namun, syarat dari Turki tersebut disebut Paludan sebagai upaya memengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.

Demonstrasi yang dilakukan oleh Paludan dan kawanannya memprotes upaya Swedia masuk NATO dan untuk menunjukkan dukungan bagi Kurdi.

Paludan, yang juga berkewarganegaraan Swedia, sebelumnya pernah menggelar sejumlah demonstrasi di masa lalu di mana dia juga melakukan aksi bakar Alquran.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Orang Denmark Bakar Al-Qur'an, Gereja Ortodoks Buka Suara!


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading