Video
Pengamat: Serapan APBD Selalu Rendah, Perlu Sanksi Tegas!
Jakarta, CNBC Indonesia- Pengamat Kebijakan Publik Universiats Trisakti, Trubus Rahardiansyah menyebutkan lambatnya proses penyerapan anggaran di daerah menyebabkan dana APBD mandek di bank. Berdasarkan data Kemenkeu per Oktober 2022, dana APBD yang mengendap tembus Rp 278 triliun
Trubus menyebutkan pentingnya pengawasan dan koordinasi Kemendagri dan Kemenkeu untuk mempercepat serapan anggaran daerah serta juga diperlu diterapkan sanksi tegas untuk mendorong Pemda memperbaiki serapan APBD. Trubus juga menyortoti perlunya penguatan koordinasi Sekda dengan Bappeda, BPKD dan SKPD.
Lalu seperti apa persoalan dan upaya yang dapat mendorong penyerapan APBD 2022? Selengkapnya simak dialog Dina Gurning dengan Pengamat Kebijakan Publik Universiats Trisakti, Trubus Rahardiansyah dalam Nation Hub,CNBCIndonesia (Kamis, 08/12/2022)