Jos! Ada 'Durian Runtuh', Target Pajak 2022 Capai Target

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
06 December 2022 20:51
Dirjen pajak suryo utomo dan jajaran (Tangkapan Layar Youtube) Foto: Dirjen pajak suryo utomo dan jajaran (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengungkapkan, penerimaan pajak per hari ini tercatat sudah mencapai Rp 1.580 triliun.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 98/2022, nilai target penerimaan pajak di tahun ini mencapai Rp 1.485 triliun. Artinya, realisasi penerimaan pajak hingga hari ini sudah mencapai 106,4% dari target.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia DJP Tahun 2022, Selasa (6/12/2022).

"Insya Allah 2022 exit target. Tahun ini sudah hampir Rp 1.600 triliun, yang saya dapat hari ini Rp 1.580 triliun kalau tidak salah," jelas Suryo.

Target penerimaan pajak di tahun ini, kata Suryo, tak lepas dari adanya reformasi sistem perpajakan, serta adanya berkah dari 'durian runtuh' harga komoditas yang tinggi.

"Harga komoditas tinggi, kerja konsisten, ekonomi bagus dan pekerjaan kita ekonomi duit dari pajak, pajak itu efek dari ekonomi yang kita jalankan," kata Suryo lagi.


Keberhasilan penerimaan pajak di tahun ini, kata Suryo juga tak lepas dari kinerja DJP dalam menjaga kepercayaan wajib pajak. Serta juga dukungan dan partisipasi seluruh wajib pajak yang telah taat dan patuh membayar pajak.

"Pajak itu bukan hanya urusan duit masuk, tapi juga bagaimana kita mengamankan masyarakat wajib pajak yang terdampak Covid-19 tidak terjatuh terlalu dalam, insentif kita jalankan," kata Suryo lagi.

Insentif yang dimaksud Suryo diantaranya adalah PPh 21 atau pajak karyawan yang ditanggung oleh pemerintah (DTP). Hal ini dilakukan pemerintah untuk memberi daya ungkit perekonomian, guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Ada pula insentif penundaan bayar pajak perusahaan/badan atau PPH 25 yang boleh ditunda kewajibannya, bahkan diberikan diskon.

Implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) seperti penyesuaian tarif PPN, PPN PMSE, serta pajak fintech dan kripto pun turut mendorong penerimaan pajak di tahun ini.

Penerimaan pajak yang sudah tercapai realisasinya tersebut, imbuh dia, serupa dengan realisasi penerimaan pajak 2021, yang juga mencapai melebihi targetnya.

Diketahui penerimaan pajak tahun 2021 mencapai Rp 1.277,5 triliun, jumlah tersebut setara dengan 103,9% dari target penerimaan pajak di dalam APBN 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Setoran Negara 2023 Ditarget Rp2.463 T, Dari Mana Uangnya?


(cap/cap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading