Jokowi Sebut RI Akan Ketiban Durian Runtuh Puluhan Kali Lipat

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
02 December 2022 17:20
Presiden Joko Widodo Membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Tahun 2022, 2 Des 2022. (angkapan Layar via Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo Membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Tahun 2022, 2 Des 2022. (angkapan Layar via Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan industri baterai dan kendaraan listrik bisa memberikan keuntungan berlipat ganda bagi Indonesia. Menyusul, keberhasilan program hilirisasi nikel.

Dia menjelaskan, saat Indonesia hanya mengekspor bijih nikel, hanya memberikan nilai bagi negara sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun. Namun, saat hilirisasi nikel berjalan, hingga berupa produk stainless steel, membuat nilai ekspor meningkat 18 kali lipat menjadi sekitar Rp 320 triliun.

Bila ini dikembangkan lagi menjadi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) atau bahkan kendaraan listrik, maka menurutnya nilai tambah bagi negara akan jauh lebih besar lagi.

"Itu hanya urusan dari nikel mentah menjadi stainless steel, belum menjadi EV Battery atau jadi mobil atau pesawat, industrinya ada di sini, saya gak tahu mungkin berpuluh-puluh kali lipat nilai itu akan muncul," kata Jokowi, pada acara Rapimnas Kadin 2022 di Hotel Borobudur, Jumat (2/12/2022).

Jokowi mengatakan penciptaan nilai tambah bisa menjadi lokomotif besar dan bisa menggerakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain itu, jika industri dan ekosistem baterai EV sudah terintegrasi, Jokowi menjamin Indonesia pasti dilirik banyak negara yang mau memproduksi kendaraan listrik.

Terlebih, Indonesia memiliki cadangan bahan baku pendukung ekosistem kendaraan listrik yang besar, seperti nikel, tembaga, bauksit, timah yang besar.

"Sehingga apapun yang mau bangun mobil listrik, sepeda motor listrik, pasti ke sini karena efisien," kata Presiden.

Untuk diketahui, dalam program hilirisasi nikel, pemerintah juga telah melarang ekspor bijih nikel. Atas kebijakan ini pemerintah digugat oleh Uni Eropa di WTO. Namun, Indonesia dikabarkan kalah atas gugatan di WTO ini dan akan melakukan banding atas hasil putusan ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Anak Buah Luhut Beberkan Proyek Nyata RI Jadi Raja Baterai EV


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading