Beruntun, Miliarder Kripto Tewas Kecelakaan Helikopter

News - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
30 November 2022 21:40
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash) Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang miliarder crypto tewas dalam kecelakaan helikopter di dekat perbatasan Prancis-Italia. Ini menjadi kejadian terbaru dari serangkaian kematian misterius di Rusia.

Vyacheslav Taran, 53, pendiri Forex Club dan presiden Grup Libertex, adalah satu-satunya penumpang helikopter yang jatuh di Villefranche-sur-Mer akhir pekan ini, lapor New York Post.

"Dengan sangat sedih Libertex Group mengonfirmasi kematian salah satu pendiri dan Ketua Dewan Direksi, Vyacheslav Taran, setelah kecelakaan helikopter," tulis pernyataan perusahaan dikutip dari Newscom, Rabu (30/11/2022).

Menurut keterangan lokal Taran sedang melakukan perjalanan dengan Airbus H130 Lucerne, Swiss, ke Monaco ketika jatuh. Taran dan pilot helikopter Prancis yang berusia 35 tahun tewas, lapor jaringan radio France Bleu. Kematiannya dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Rusia di Paris.

Kecelakaan helikopter masih dalam penyelidikan, dan pihak berwenang belum mengindikasikan adanya kemungkinan kecurangan.

France Bleu melaporkan bahwa penumpang kedua telah dijadwalkan untuk terbang dengan airbus ke Monaco, tetapi dibatalkan pada menit terakhir.

Kematian Taran adalah yang terbaru dari beberapa di dunia cryptocurrency.

Tiantian Kullander salah satu pendiri perusahaan aset digital Amber Group yang berbasis di Hong Kong, meninggal dalam tidurnya pada 23 November.

Sementara itu, pengembang Cryptocurrency Nikolai Mushegian meninggal tenggelam pada bulan Oktober di usia 29 tahun.

Pihak berwenang belum mengangkat kecurigaan kejahatan dalam kedua insiden tersebut.

Dalam kematiannya, Taran juga bergabung dengan barisan panjang miliarder Rusia yang meninggal secara misterius tahun ini.

Perusahaan Taran, Forex Club, dicabut lisensinya di Rusia pada tahun 2018 karena diduga menipu investor, menurut sebuah laporan oleh Life, outlet media pro-Kremlin Rusia.

Situs itu mengklaim Taran memiliki banyak klien dan musuh yang tidak puas di Rusia, yang bisa membawanya ke luar negeri.


[Gambas:Video CNBC]

(dem/dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading