Internasional

Ekonomi China 'Batuk-Batuk', Manufaktur Kontraksi Lagi

News - luc, CNBC Indonesia
30 November 2022 11:31
A woman works on a production line manufacturing paper tableware at a factory in Hangzhou, Zhejiang province, China January 21, 2019. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT. Foto: Seorang wanita bekerja di lini produksi memproduksi peralatan makan kertas di sebuah pabrik di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Cina 21 Januari 2019. REUTERS / Stringer

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas pabrik di China kembali mencatatkan hasil buruk pada November 2022. Hal tersebut terlihat dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur yang kembali berada di zona kontraksi.

Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik Nasional (NBS), Rabu (30/11/2022), PMI manufaktur negara ekonomi kedua terbesar dunia itu tercatat sebesar 48 pada November 2022, turun dari 49,2 pada Oktober. Adapun angka di bawah 50 menandakan terjadinya kontraksi.

Adapun, China bersikeras pada kebijakan nol-Covid untuk memberantas wabah dengan karantina ketat dan pengujian massal yang disebut-sebut menjadi biang kerok turunnya kepercayaan bisnis di negara itu.

"Pada November, dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk penyebaran wabah domestik yang luas dan masif, serta lingkungan internasional menjadi lebih kompleks dan parah, indeks manajer pembelian China turun," kata ahli statistik senior NBS Zhao Qinghe dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.

Zhao mengatakan wabah domestik pada November menyebabkan aktivitas produksi melambat dan pesanan produk turun. Seiring dengan hal itu, terjadi peningkatan fluktuasi ekspektasi pasar.

PMI non-manufaktur juga terkontraksi sebesar 46,7 pada November, juga turun dari 48,7 di Oktober.

Zhao mengatakan bahwa untuk transportasi, akomodasi, katering, dan hiburan khususnya, total volume bisnis industri turun secara signifikan karena beberapa daerah mengalami dampak yang relatif besar dari pandemi.

Sementara itu, para pemimpin China telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahunan sekitar 5,5%, tetapi banyak pengamat berpikir negara itu akan berjuang untuk mencapai target tersebut, meskipun mengumumkan ekspansi 3,9% yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal ketiga.

Di sisi lain, protes nasional yang jarang terjadi telah meletus di tengah tahun ketiga kebijakan nol-Covid.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Apa China? Ramai-ramai Warga Berubah Jadi Pelit


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading