Global Halal Hub Butuh Peran UMKM & Kawasan Strategis Ekonomi

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
25 November 2022 19:41
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Foto: dok Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Jakarta, CNBC Indonesia-Kawasan Industri Halal di Indonesia yang terus didorong dengan menciptakan ekosistem halal yang tepat dari hulu hingga hilir turut mendorong tren positif pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022.

Presiden Joko Widodo pun telah mengamanatkan untuk memperkuat berbagai upaya dalam menjadikan Indonesia sebagai Global Halal Hub pada tahun 2024.

Adapun visi menjadikan Indonesia sebagai Global Halal Hub pada 2024 diwujudkan dalam sejumlah kebijakan yang mendukung percepatan pengembangan kawasan industri halal di Indonesia. Hingga saat ini, terdapat beberapa Kawasan Industri Halal yang diberikan Izin Usaha Kawasan Industri Halal (IUKIH), seperti Halal Modern Valley di Banten, Safe Lock Halal Industrial Park di Jawa Timur, dan Bintan Inti Halal Hub di Kepulauan Riau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia saat ini menempati posisi ke-4 dalam The Global Islamic Economy Indicator in the State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report.

Posisi tersebut juga didukung oleh performa Indonesia yang menempati posisi di 10 besar negara dalam beberapa sektor ekonomi halal, seperti sektor pangan, keuangan syariah, farmasi dan kosmetik, serta fesyen.

"Untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi Global Halal Hub pada 2024, peran dari UMKM dan Kawasan Strategis Ekonomi di Indonesia menjadi sangat signifikan. Meningkatnya gaya hidup halal di Indonesia menciptakan pasar yang baik di tingkat domestik, ditambah dengan adanya kemudahan berusaha di Kawasan Strategis Ekonomi seperti di KPBPB dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) membuat semakin mudahnya akses untuk menjangkau pasar global," kata Airlangga dalam siaran pers, Jumat (25/11/2022).

Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan pentingnya kolaborasi di tingkat regional antara negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OIC), terutama dengan Republik Turkiye.

Seperti diketahui Airlangga menghadiri pembukaan The 9th OIC Halal Expo and World Halal Summit yang digelar di Istanbul, Turkiye, Kamis (24/11) lalu. The 9th OIC Halal Expo and World Halal Summit merupakan pameran yang diadakan oleh OKI dan The Standard and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC) di Istanbul, Turkiye pada 24-27 November 2022.

Adapun sebagai salah satu negara mitra dagang terbaik Turkiye, Indonesia mendirikan paviliun terbesar dan diikuti oleh berbagai pemerintah daerah yang memiliki potensi halalnya. Salah satunya yakni KPBPB Bintan Wilayah Tanjungpinang dari Provinsi Kepulauan Riau yang menawarkan Kawasan Industri Halal Terintegrasi di Kawasan Dompak dan Senggarang.

"Melihat strategisnya sumber daya Indonesia dalam industri halal, pemerintah mendukung potensi tersebut dengan kemudahan berusaha di FTZ, KEK, dan Kawasan Industri, yang juga didukung dengan industri manufaktur," pungkas Airlangga.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut, Asisten Deputi Penguatan Daya Saing Kawasan Kemenko Perekonomian Kartika Listriana juga terpilih untuk menjadi salah satu pembicara dan mempresentasikan kajiannya dalam konferensi World Halal Summit. Kajian tersebut membahas mengenai analisis pengembangan Kawasan Industri Halal di KPBPB untuk memasuki rantai halal global dan menjawab isu ketahanan pangan.

Kemudian terdapat lebih dari 47 pembicara dari lebih dari 26 negara dengan tema "Exploring All Aspects of the Growing Global Halal Industry". Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjangkau investor potensial di bidang rantai suplai halal yang lebih luas dan jejaring dengan fokus yang sama sebagai mitra potensial.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Beda Airlangga & Luhut Soal Harga BBM, Naik Atau Nggak?


(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading