Raksasa Inggris Kocek Rp 156 Miliar/Tahun Demi Rendah Emisi

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
25 November 2022 16:55
FILE PHOTO: A section of the BP Eastern Trough Area Project (ETAP) oil platform is seen in the North Sea, around 100 miles east of Aberdeen in Scotland February 24, 2014. REUTERS/Andy Buchanan/File Photo Foto: REUTERS/Andy Buchanan

Badung, CNBC Indonesia - Raksasa minyak dan gas bumi asal Inggris yakni BP mempunyai target untuk pencapaian karbon netral atau Net Zero Emissions pada 2060. Bahkan, perusahaan berencana berinvestasi sebesar US$ 10 juta atau sekitar Rp 156 miliar (asumsi kurs Rp 15.668 per US$) per tahun untuk proyek-proyek rendah karbon.

BP Regional President Asia Pacific Kathy Wu mengungkapkan bahwa perusahaan mempunyai komitmen investasi jangka panjang untuk beroperasi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia mempunyai target pengurangan emisi karbon yang selaras dengan visi perusahaan.

Oleh karena itu, untuk memproduksi gas yang lebih bersih, perusahaan bakal mengandalkan teknologi CCUS (carbon capture, utilization, and storage) atau penangkapan, penggunaan, dan penyimpanan karbon di wilayah operasi migas.

"Kita bisa ambil pasar premium. BP ingin investasi US$ 10 miliar per tahun untuk karbon rendah," kata dia dalam acara International Convention and Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2022 di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/11/2022).

Ia pun mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang mempunyai peta jalan (roadmap) menuju Net Zero Emissions pada 2060. Pasalnya, perusahaan mempunyai peluang untuk turut berkontribusi dalam agenda tersebut.

"Kita punya peluang bagi ketahanan energi dan transisi energi di negeri ini," ujarnya.

Di Indonesia, saat ini BP memang tengah mempersiapkan fasilitas CCUS di proyek gas Tangguh, Papua Barat. Hal tersebut seiring dengan permintaan dari negara importir yang meminta produksi gas alam cair alias LNG dari Kilang Tangguh diolah dengan teknologi bersih.

Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Rudi Satwiko sebelumnya membeberkan, tanpa adanya teknologi CCUS, BP kesulitan menjual LNG ke luar negeri. Adapun pembeli LNG asal Jepang dan Korea mensyaratkan proyek penangkapan karbon untuk proses produksi LNG.

"Tangguh sekarang sedang mengajukan CCUS LNG-nya mereka. Karena tanpa CCUS susah ekspor LNG. Jadi pembeli di Jepang dan Korea itu mensyaratkan bahwa harus ada program capture dalam produksi LNG nya," kata Rudi di Bali, Selasa (28/6/2022).

Ia pun berharap keterlibatan pekerja lokal dalam proses lelang pengadaan proyek CCUS oleh BP Indonesia di Tangguh, Papua Barat dapat semakin besar. Salah satunya lelang untuk pembuatan desain detail (Front End Engineering Design/FEED).

"Dengan adanya proyek Tangguh itu kita berharap ada transfer knowledge terhadap tenaga kerja kita. Rencana tahun 2026 sudah onstream," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Bakal Produksi Gas Besar-besaran, Tapi Pembelinya 'Gelap'?


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading