Bye Resesi! Ekonomi RI Sudah Tumbuh 6,6% Sejak Awal Pandemi

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
25 November 2022 08:10
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Sarasehan 100 Ekonom. (CNBC indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Sarasehan 100 Ekonom. (CNBC indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mencapai 6,6% pada tahun ini, di tengah ekonomi global yang tengah dibayangi resesi. Kondisi ini sejalan dengan kembali normalnya kondisi ekonomi setelah dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan yang tinggi ini menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik dari negara lain. Bahkan, jauh lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa negara maju di G20.

Hal ini dirasakan Sri Mulyani karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik secara kuartalan.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia empat kuartal berturut-turut di atas 5%, sudah 6,6% di atas prapendemi level. Pemulihan relatif kuat dan cepat dibandingkan negara lain," jelas Sri Mulyani dalam konferensi APBN Kita, dikutip Jumat (25/11/2022).

Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,6% yang dimaksud Sri Mulyani merupakan level PDB Riil secara kumulatif sejak kuartal I hingga kuartal III tahun 2022.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2022 tumbuh 5% (year on year/yoy), meningkat menjadi 5,4% (yoy) pada Kuartal II-2022 dan naik lagi menjadi 5,7% (yoy) pada Kuartal III-2022.

Sri Mulyani pun memberikan perbandingan kondisi ekonomi Indonesia dan sejumlah negara maju dan berkembang, termasuk Inggris.

Inggris, menurut Sri Mulyani, pemulihannya sangat terlambat dan sampai hari ini belum pulih seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Negara emerging bisa tumbuh cepat. Thailand dan Jepang masih di bawah di prademi level," jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengungkapkan kinerja perekonomian Indonesia ditopang faktor eksternal yakni dari neraca perdagangan.

Kinerja ekspor selalu double digit, pada Oktober 2022 tumbuh 12,3% dan secara year to date (ytd) tumbuh 30,97%. Pada saat yang sama impor growth 17,4% atau ytd tumbuh 27,7%.

"Ini menimbulkan dinamika neraca perdagangan Indonesia. Sampai hari ini membukukan surplus US$ 5,7 miliar di Oktober. Konsisten surplus selama 30 bulan berturut-turut," ujarnya Sri Mulyani.

"Ini hal yang baik menimbulkan dampak positif ke perekonomian Indonesia, kepada growth kita menjadi positif," ungkap Sri Mulyani lagi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Resesi Dunia di Depan Mata, Nasib Indonesia Gimana?


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading