Internasional

Parlemen Rusia Loloskan UU Anti Propaganda LGBT

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 November 2022 21:14
Bendera Rusia (File Photo Reuters) Foto: Bendera Rusia (File Photo Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Parlemen Rusia pada Kamis (24/11/2022) mengesahkan pembacaan ketiga dan terakhir dari undang-undang yang melarang promosi propaganda LGBT [lesbian, gay, biseksual, dan transgender] kepada anak-anak dan segala usia, termasuk orang dewasa.

Di bawah undang-undang baru, setiap peristiwa atau tindakan yang dianggap sebagai upaya untuk mempromosikan homoseksualitas, termasuk online, film, buku, iklan, atau di depan umum, dapat dikenakan denda yang berat.

Denda akan mencapai 400.000 rubel atau sekitar Rp 103 juta untuk individu dan hingga 5 juta rubel (Rp 1,2 miliar) untuk badan hukum. Warga negara asing (WNA) dapat menghadapi 15 hari penangkapan dan pengusiran dari Rusia.

Kritikus melihat langkah tersebut adalah upaya mengintimidasi dan menindas minoritas seksual di Rusia, di mana pihak berwenang telah menggunakan undang-undang yang ada untuk menghentikan pawai kebanggaan gay dan menahan aktivis hak-hak gay.

Sementara itu, anggota parlemen mengatakan mereka membela moralitas. Tetapi kelompok hak asasi manusia mengatakan langkah itu dirancang untuk melarang representasi minoritas seperti LGBT dalam kehidupan publik.

"LGBT hari ini adalah elemen perang hibrida dan dalam perang hibrida ini kita harus melindungi nilai-nilai kita, masyarakat kita, dan anak-anak kita," kata Alexander Khinstein, salah satu arsitek RUU tersebut, dikutip Reuters, Kamis (24/11/2022).

Jaringan LGBT, yang menawarkan bantuan hukum, menyebut undang-undang tersebut sebagai upaya konyol untuk mempermalukan dan mendiskriminasi komunitas LGBT.

Bulan lalu, aplikasi berbagi video TikTok didenda 3 juta rubel bulan lalu karena mempromosikan "video dengan tema LGBT", sementara regulator media Rusia meminta penerbit untuk menarik semua buku yang berisi propaganda LGBT dari penjualan.

Namun RUU tersebut perlu ditinjau oleh majelis tinggi parlemen dan ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin sebelum diberlakukan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin: Moskow Terbuka untuk Dialog soal Nuklir


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading