Internasional

China Lockdown Zhenghzhou Tempat Kerusuhan Pabrik iPhone

News - sef, CNBC Indonesia
24 November 2022 12:05
Ratusan pekerja bergabung dalam protes di pabrik iPhone 2317.TW andalan Foxconn di China, dengan beberapa pria menghancurkan kamera pengintai dan jendela, rekaman yang diunggah di media sosial menunjukkan. (Tangkapan Layar Video Reuters) Foto: Ratusan pekerja bergabung dalam protes di pabrik iPhone 2317.TW andalan Foxconn di China, dengan beberapa pria menghancurkan kamera pengintai dan jendela, rekaman yang diunggah di media sosial menunjukkan. (Tangkapan Layar Video Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kota di China Zhenghzhou melakukan penguncian ketat (lockdown) di sejumlah distrik sejak Kamis (24/11/2022). Hal ini terjadi di saat protes yang berujung kekerasan terjadi di sekitar pabrik iPhone terbesar milik Foxconn.

Warga di distrik-distrik tersebut tak bisa meninggalkan wilayahnya kecuali memiliki hasil negatif Covid-19 atar izin dari otoritas. Mereka juga diperingatkan untuk tak meninggalkan rumah kecuali keperluan sangat penting.

Mengutip AFP, lockdown berlaku selama lima hari, dari Jumat tengah malam besok. Ini akan berdampak pada 6 juta orang, setengah dari total populasi kota.

Menurut pemerintah pada Rabu penyebaran Covid-19 masih masif dan kompleks. Hari ini, Zhengzhou sendiri mencatat 675 kasus Covid-19 baru.

Tak dijabarkan apakah lockdown juga terkait dengan demo di pabrik Foxconn. Namun diketahui penguncian Covid-19 juga manjadi salah satu dasar mengapa protes dilakukan karyawan.

Pabrik sudah dikunci karena Covid-19 sejak Oktober. Namun pekerja tetap diminta bekerja dengan janji jaminan dari perusahaan.

Tetapi keluhan segera muncul. Termasuk dugaan kondisi kerja yang buruk dan perlindungan yang tidak memadai bagi mereka yang tidak terinfeksi.

Ketegangan di fasilitas tersebut meletus menjadi demonstrasi dengan kekerasan pekan ini. Di mana foto dan video di media sosial China yang menunjukkan para pekerja bentrok dengan petugas keamanan.

Dalam rekaman yang diverifikasi oleh AFP, ratusan karyawan terlihat berbaris di jalan di siang bolong. Beberapa dihadang oleh polisi anti huru hara dan orang-orang berjas hazmat.

Klip lain dari streaming langsung menunjukkan puluhan pekerja di malam hari menghadapi barisan polisi dan berteriak: "Bela hak kami!" Rekaman lain menunjukkan bilik pengujian yang rusak, satu kendaraan terbalik dan seorang pria dengan wajah berlumuran darah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Panik karena Kasus Naik, Kebijakan Xi Jinping Dikritik


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading