Gempa Cianjur Hancurkan Ribuan Bangunan, Ini Pemicunya

News - Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
22 November 2022 21:42
Kerusakan rumah akibat guncangan gempa berkekuatan 5,6 magnitudo (M) di Kampung Cijedil, desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Selasa (22/11/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Kerusakan rumah akibat guncangan gempa berkekuatan 5,6 magnitudo (M) di Kampung Cijedil, desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Selasa (22/11/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Daerah Cianjur, Jawa Barat diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 5,6 kemarin siang, Senin (21/11/2022). Gempa yang hingga kini memakan korban jiwa hingga 268 orang per pukul 17.00 WIB sore ini, Selasa (22/11/2022) juga turut menghancurkan ribuan bangunan, baik rumah warga maupun fasilitas publik seperti sekolahan.

Lantas, mengapa dampak gempa kali ini begitu dahsyat dan bisa menghancurkan ribuan bangunan?

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Gunawan menyampaikan, ada beberapa hal yang memicu ribuan bangunan rusak akibat bencana gempa bumi.

Hendra menyebutkan, salah satu pemicunya adalah dikarenakan daerah Cianjur memiliki struktur tanah yang kurang terkonsolidasi dan memiliki batuan yang bila terjadi gempa bumi, maka efek yang ditimbulkan lebih besar.

"Memang daerah yang terkena atau sumber gempa yang terjadi di Cianjur ini merupakan kawasan rawan gempa bumi tinggi karena tanahnya atau batuannya kurang berkonsolidasi karena batuannya relatif mudah, bila terjadi suatu gempa ini akan memperkuat efek dari guncangan gempa," ungkapnya dalam Konferensi Pers Badan Geologi Kementerian ESDM, secara virtual, Selasa (22/11/2022).

Selanjutnya, gempa Cianjur yang terjadi kemarin, Senin (21/11/2022), menurutnya merupakan gempa dangkal yang tidak jauh dari patahan aktif Sesar Baribis. Hendra menilai, dampak yang ditimbulkan dari gempa ini bisa jadi juga karena struktur bangunan yang belum memenuhi standar bangunan yang tahan gempa bumi.

"Memang batuannya kurang terkonsolidasi karena bangunan dibangun di batuan yang kurang solid dan juga mungkin beberapa bangunan yang belum memenuhi standar bangunan yang tahan gempa," jelasnya.

Kemudian, pemicu terakhir yang menyebabkan banyaknya bangunan runtuh adalah hubungan antara gempa dengan longsor.

"Bagaimana faktor dari nilai akselerasi ini bisa berhubungan dengan masalah faktor dari suatu lereng ataupun bangunan infrastruktur ini. Kurang lebih singkatnya seperti itu, bagaimana hubungan antara gempa dan longsor," tandasnya.

Oleh karena itu, hal ini menjadi tugas besar pemerintah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pembangunan bangunan di wilayah rawan gempa bumi. Dengan demikian, korban bencana gempa bumi dapat direduksi.

"Alangkah baiknya pemerintah ke depannya memberikan sosialisasi, baik langsung ke masyarakat maupun sebagai bentuk teknik kita menyampaikan bahwa ada rambu-rambu yang harus diketahui masyarakat bahwa bila membangun dalam kawasan yang batuannya kurang terkonsolidasi akan berdampak seperti ini," tuturnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa terjadi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, hingga pukul 17.00 WIB sore ini, Selasa (22/11/2022), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur ini mencapai 268 orang.

Suharyanto mengatakan, korban tewas yang telah teridentifikasi baru berjumlah 122 orang. Proses identifikasi pun masih terus dilakukan. Data akan diperbarui secara berkala.

Kemarin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan jumlah korban meninggal per pukul 21.00 WIB Senin (21/11/2022) tercatat telah mencapai 162 orang. Kemudian, 326 orang luka-luka, baik luka ringan dan berat. Selain itu, 2.345 rumah rusak berat dan 13.400-an warga mengungsi.

Menurut Kang Emil, sebanyak 88 kali getaran/gempa susulan terjadi di skala 1,5 sampai dengan 4,8 Skala Richter. Oleh karena itu, dia mengingatkan kalau suasana masih rawan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terbaru! BNPB: 62 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Cianjur


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading