Simak Diskusi Inovasi Pembiayaan Perumahan Terjangkau & Green

News - Advertorial, CNBC Indonesia
21 November 2022 00:00
adv djpi pupr

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemenuhan kebutuhan terkait kesenjangan perumahan saat ini tengah menjadi urgensi tersendiri dimana saat ini diperkirakan angka backlog kepemilikan perumahan mencapai sebesar 12,7 juta rumah tangga.

Untuk itu, dibutuhkan peranan ekosistem perumahan yang mengatur sinergi antar stakeholder yang memegang peranan penting demi mewujudkan penyediaan rumah bagi masyarakat. Salah satu yang harus diperhatikan oleh stakeholder adalah bagaimana mengembangkan inovasi skema pembiayaan perumahan yang dapat melayani berbagai segmen kelompok masyarakat.

Di sisi lain, tingginya tingkat pertumbuhan penduduk tersebut berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan tempat tinggal. Maka dari itu, diperlukan upaya untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal di sisi lain berkontribusi pada meningkatnya dampak perubahan iklim, khususnya akibat konsumsi sumber daya, air, energi serta emisi gas rumah kaca.

Kementerian PUPR juga terus mendorong pelaksanaan pembangunan perumahan yang berwawasan lingkungan, salah satunya dengan menerapkan Bangunan Gedung Hijau melalui PermenPUPR 21/2021.

Indonesian Green and Affordable Housing Program merupakan program penyediaan perumahan yang terjangkau baik untuk pembangunan rumah baru maupun peningkatan kualitas rumah dengan menerapkan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Badan Usaha maupun swadaya masyarakat dalam mendukung pencapaian SDGs dan pemenuhan Paris Climate Agreement.

Dalam menjalankan program ini, tentu membutuhkan pendanaan, salah satu potensi yang dapatdikembangkan adalah pendanaan berwawasan lingkungan (green financing).

Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan mengusulkan konsep Indonesian Green and Affordable Housing Fund (IGAHF) yang merupakan platform blended financing untuk mendukung penyediaan perumahan terjangkau yang menerapkan prinsip green building, baik dari sisi demand maupun supply.

Lalu, bagaimana penerapan, kebijakan intervensi pendanaan, hingga output yang diharapkan dari skema tersebut? Untuk itu, CNBC Indonesia bersama Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan melalui kegiatan Creative Infrastructure Financing (CREATIFF) akan menyelenggarakan Webinar "Ekosistem Pembiayaan Perumahan untuk mewujudkan Pembiayaan Perumahan yang Terjangkau dan Berkelanjutan."

Webinar ini akan menghadirkan para pembicara ahli di bidangnya yang akan dibagi ke dalam 2 segmen. Untuk segmen 1, ada Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna, Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo, dan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta- Afan Adriansyah Idris

Sedangkan di segmen 2 ada Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan, DJPI Haryo Bekti Martoyoedo, CEO Build Change- Elizabeth Hausler, Deputy Director for Policy and Planning DepartmentNHA Thailand- Khanitta Kolaka, dan Direktur Utama PT. SMF- Ananta Wiyogo. Serta menghadirkan Ratna Indriani dan Fitri Ami Handayani sebagai perwakilan generasi muda DJPI.

Mereka semua akan banyak membahas gambaran kepada masyarakat mengenai program pembangunan perumahan yang terjangkau dengan menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan serta adaptif terhadap perubahan iklim serta menggali potensi pembiayaan kreatif untuk mewujudkan perumahan yang terjangkau dan berkelanjutan.

Untuk itu, jangan lupa saksikan Creative Infrastructure Financing (CREATIFF) dalam Webinar "Ekosistem Pembiayaan Perumahan untuk mewujudkan Pembiayaan Perumahan yang Terjangkau dan Berkelanjutan" pada Kamis, 23 November 2022, Pukul 14.00 live di Kanal Youtube Kementerian PUPR.

Artikel Selanjutnya

Bekerja Sesuai Passion atau Karena Gaji, Lebih Penting Mana?


(adv/adv)
Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading