Akhir Pekan Happy, IHSG Naik Lagi

News - trp, CNBC Indonesia
18 November 2022 16:01
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,53% di 7.082,18 pada perdagangan Jumat (18/11/2022).

IHSG sempat melemah tipis di awal perdagangan tetapi berhasil rebound dan mengantarkan IHSG mendekati level psikologis 7.100.

Statistik perdagangan mencatat ada 212 saham yang menguat, 287 saham yang melemah dan 204 saham stagnan.

IHSG sukses menguat ketika mayoritas indeks saham Asia justru melemah di zona merah. Semalam Wall Street mengalami koreksi. Indeks Dow Jones melemah tipis 0,02%; S&P 500 drop 0,31% sedangkan Nasdaq Composite ambles 0,35%.

Katalis positif datang dari rilis data transaksi berjalan Indonesia yang mencatatkan surplus. Transaksi berjalan pada triwulan III 2022 terus menunjukkan kinerja yang solid ditandai dengan peningkatan surplus sehingga dapat menahan tekanan terhadap NPI akibat tekanan pada transaksi modal dan finansial sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan III 2022mencatat defisit 1,3 miliar dolar AS, danposisi cadangan devisa pada akhir September 2022 tercatat sebesar 130,8 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan 5,7 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Transaksi berjalan mencatat surplus sebesar 4,4 miliar dolar AS (1,3% dari PDB), lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 4,0 miliar dolar AS (1,2% dari PDB).

Membaiknya kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring dengan tetap kuatnya permintaan ekspor dari negara mitra dagang dan harga komoditas global yang masih tinggi, serta berkurangnya defisit neraca perdagangan migas sejalan dengan penurunan harga minyak dunia.

Defisit neraca pendapatan primer juga sedikit lebih rendah seiring dengan penurunan pembayaran imbal hasil investasi langsung.

Di sisi lain, defisit neraca jasa tercatat lebih tinggi sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik. Surplus neraca pendapatan sekunder juga sedikit turun sehingga menahan peningkatan surplus transaksi berjalan lebih lanjut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Tembus 7.300 Hingga AS 'Memohon' pada China


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading