Hukuman Bagi Pengusaha 'Nakal' yang Ogah Kurangi Karbon

News - rah, CNBC Indonesia
11 November 2022 08:50
Acara Media Gathring Indonesia Net Zero Summit 2022 bertajuk Industrial Decarbonization at All Cost. (CNBC Indonesia/Rahajeng Kusumo Hastuti) Foto: Acara Media Gathring Indonesia Net Zero Summit 2022 bertajuk Industrial Decarbonization at All Cost. (CNBC Indonesia/Rahajeng Kusumo Hastuti)

Badung, CNBC Indonesia - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasyid mengungkapkan transisi energi dan pengurangan karbon menjadi sebuah "kewajiban" bagi dunia usaha. Pasalnya, ada semacam 'hukuman' dari pasar pada perusahaan atau industri yang abai pada transisi energi, terutama dari sisi pendanaan.

"Sekarang saja dari sisi pendanaan sudah susah. Sudah ada punishment dari market terutama masalah finansial, padahal kan growth semua disana," kata Arsjad pada diskusi Net Zero Summit Industrial Decarbonization at All Cost, Kamis (10/11/2022).

Tekanan menurutnya banyak datang dari negara maju, yang telah lebih dulu memanfaatkan karbonisasi. Untuk itu harus ada bantuan dari negara maju ke negara berkembang, baik dari sisi modal dan transfer energi.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Direktur PT HSBC Indonesia Francois de Maricort mengatakan negara berkembang termasuk Indonesia tidak bisa sendirian mencapai Net Zero Emission pada 2060. Dukungan terutama harus ada dari industri keuangan.

"Memang membutuhkan waktu untuk mencapai substansi investasi, tapi kini sudah banyak alatnya seperti green financing mulai dari bond hingga loan," ujarnya.

Indonesia dinilai memiliki kekuatan untuk menarik investasi yang bersifat hijau. Dia mencontohkan hilirisasi nikel yang dilirik investor untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dan menciptakan green industry.

"Butuh investasi miliaran dolar untuk nikel dan baterai kendaraan listrik dan ini jadi kesempatan besar mendapatkan financing yang eligible," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

B20 Bahas Inklusivitas Perdagangan & Investasi Berkelanjutan


(rah/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading