Jelang G20, Akademisi Beri Masukan Soal Transisi Energi

News - rah, CNBC Indonesia
06 November 2022 15:34
Pertamina Foto: Dok Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kejuruan Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia bekerjasama dengan Jurusan Teknik Industri FTI Universitas Trisakti, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, PT. Pertamina (Persero) dan PT Jababeka Tbk mengadakan seminar dengan tema: "Peran Pengembangan SDM dan Penguatan UMKM".

Rektor Universitas Trisakti Prof. Kadarsah Suryadi mengatakan transisi energi berarti beralih dari sistem lama ke sistem baru. Di dalam sistem lama banyak pihak menggunakan energi konvensional dari mulai minyak, gas, batubara dan yang lainnya, minyak, gas dan batubara bisa diangkut dari satu negara ke negara yang lain dari satu tempat ke tempat yang lain.

"Sistem baru adalah energi baru terbarukan yaitu energi surya, angin, arus laut, panas bumi dan sampah. Transisi energi berarti kita harus memikirkan untuk beralih ke energi baru terbarukan, dimana energi baru terbarukan tidak bisa diangkut ke negara lain. Untuk itu diperlukan kerjasama lintas disiplin agar energi baru terbarukan bisa lebih produktif agar proses transisi energi bisa berjalan dengan lancar," kata Kadarsah dalam siaran pers, Minggu (6/11/2022).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati selaku Chair Taskforce B20 Energy, Sustainability & Climate (ESC) mengatakan salah satu dari 3 rekomendasi kami dalam B20 Taskforce ESC ini adalah transisi energi harus berkeadilan dan terjangkau (justice and affordable) bagi semua pihak.

"No one left behind. Oleh karena itu, pengembangan SDM dan penguatan UMKM menjadi bagian penting dari rekomendasi tersebut," ujar Nicke.

Deputy Chair B20 Taskforce Agung Wicaksono mengatakan Taskforce B20 ESC berkonsultasi dengan tiga Rektor Perguruan Tinggi dan dua Profesor yang juga Dewan Pakar di BKTI PII untuk bersama-sama merumuskan konsep pendidikan untuk SDM agar siap menghadapi transisi energi ini.

"Demikian juga konsultasi dengan Kemenkop UKM dan para insinyur yang berkecimpung di usaha kecil dan menengah sangat diperlukan untuk penguatan mereka dalam proses ini," ujarnya.

Harapannya, sesuai dengan prinsip Kampus Merdeka yang mendekatkan Perguruan Tinggi dengan Praktisi, dapat dikembangkan kurikulum pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pengalaman praktisi energi.

Sejumlah narasumber dari berbagai universitas turut berpartisipasi didalam seminar ini, di antaranya Prof. I Gusti Nyoman Wiratmaja, (Rektor Universitas Pertamina), Dr. M. Satori, (Ketua Bidang IX Penelitian, Pengkajian & Konsultasi BKTI PII); Prof Togar M. Simatupang (Guru Besar SBM ITB), Prof. Dr. Chairy,(Rektor President University).

Rektor Universitas Pertamina Prof. IGN Wiratmaja Puja menyampaikan perubahan geopolitik energi, dan disrupsi di bidang pendidikan perlu disikapi.

"Peluang di bidang green jobs dan inovasi teknologi seperti hidrogen dan smartgrid perlu menjadi bidang masa depan pendidikan tinggi," kata dia.

Di dalam agenda transisi energi, Prof. Togar mengingatkan bahwa seringkali rencana kebijakan tidak terlaksana karena lemahnya tata kelola dan kurangnya agen perubahan. Perguruan tinggi menurutnya berperan besar sebagai simpul penggerak yang memastikan terjadinya transisi energi yang berkeadilan dan terjangkau.

"Teknologi, implementasi, dan pendanaan tidak dapat dilakukan secara terpisah, dan berkembang dengan poros pengembangan modal manusia yang berbasis pada rantai pasokan dengan nilai tambah yang tinggi. Hanya dengan ko-kreasi dari lima heliks, transisi energi dapat berjalan dan bukan menjadi beban," kata Togar.

Sementara itu Dr. Satori menyampaikan tentang ekonomi sirkuler yang bukan hanya berupa konsep namun telah diterapkannya baik sebagai riset yang telah mendapatkan paten maupun pengabdian masyarakat di lingkungan sekitar RW-nya.

Prof. Chairy menyampaikan bahwa President University menyiapkan SDM melalui konsep yang disebutnya sebagai "The President University Way".

"Kami mendirikan Fablab Jababeka sebagai kolaborasi antara perguruan tinggi, pengembang & pengelola kawasan industri. Fablab menjadi integrated hub untuk implementasi teknologi salah satunya untuk menuju net zero emission dalam transisi energi," ujarnya.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertamina Dorong Transisi Energi, Ini Caranya


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading