Ancaman Resesi, Investor Disarankan Buru Perak daripada Emas

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 October 2022 13:35
Petugas menunjukkan cincin perak di pasar mas Cikini, Senin, 22/11. Harga perak dunia turun pada perdagangan ini di tengah kebimbangan antara potensi inflasi yang lebih tinggi dan sikap The Fed yang menahan suku bunga. Harga perak di pasar spot tercatat US$ 15,0200/troy ons, turun 0,12% . Pantauan CNBC Indonesia di lokasi. Harga perak terpantau stabil Di toko Bukit Mas, harga perak dijual per-ring seharga Rp700 ribu. Di Toko Yossi berlian perak dijual per gram seharga Rp200 ribu.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Perhiasan Perak (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dengan ancaman resesi dan inflasi yang menghantui perekonomian global, investor disarankan untuk memburu perak daripada emas. Ini karena harga perak masih murah dibandingkan emas yang telah mahal.

Penulis buku "Rich Dad Poor Dad," Robert Kiyosaki mengatakan untuk mendapatkan keuntungan dari kejatuhan dolar AS, dia membeli lebih banyak lagi perak. Dia memperkirakan harga perak akan naik pada kisaran US$100 hingga US$500 pada dekade ini.

Sementara itu harga perak masih di level US$20 selama 3-5 tahun, namun harga tersebut diprediksi melonjak ke level US$100 hingga US$500.

"Kumpulkan perak sekarang," saran Kiyosaki.

Kiyosaki mencatat rasio perak-emas saat ini di atas 86-1. Artinya butuh 86 ons perak untuk membeli satu ons emas. Sedangkan sebagai perbandingan, rata-rata rasio di era modern adalah antara 40:5 dan 50:1.

Secara historis, saat spread sebesar ini, perak tidak hanya mengungguli emas, namun juga bisa menjadi besar dalam waktu singkat.

Misalnya, saja sejak Januari 2000 hal tersebut sudah terjadi empat kali. Kiyosaki menekankan perak merupakan investasi yang dapat dilakukan siapa saja, termasuk orang miskin.

"Mengapa saya menyarankan 'beli perak.' Dengan uang US$ 25 dolar, semua orang dapat membeli koin perak.... Belajar dan jadilah kaya. Jangan bodoh," kata Kiyosaki.

Dia juga menyarankan aset keras termasuk emas dan perak dengan tujuan melindungi kekayaan. "Apa pun yang bisa dicetak, seperti sertifikat saham, obligasi, atau dolar, saya tidak menginginkannya. ... Saya adalah penggemar emas, perak, minyak, dan makanan yang keras... Saya adalah orang yang memiliki aset keras," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gara-Gara Perang, Ukraina Cairkan Cadangan Emas


(npb/npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading