Internasional

Ini 3 Opsi Balasan AS jika Putin Nekat Gunakan Senjata Nuklir

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
07 October 2022 16:30
lustrasi bendera Rusia - Amerika Serikat. AP/ Foto: lustrasi bendera Rusia - Amerika Serikat. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak pasukan Rusia didesak mundur oleh Ukraina dari wilayahnya, Presiden Vladimir Putin telah berulang kali memperingatkan dan mengeluarkan ancaman kepada Barat bahwa setiap serangan terhadap Moskow dapat ia respons dengan nuklir.

Ancaman Putin tentang penggunaan senjata nuklir untuk mempertahankan Rusia dari serangan mungkin lebih dari sekadar gertakan, seperti yang dikatakan pemimpin tersebut dalam pidatonya yang mengumumkan mobilisasi sebagian pasukan cadangan di negaranya pada 21 September.

Pada 2 Oktober, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan bahwa para pejabat AS sedang mempertimbangkan kemungkinan tanggapan terhadap eskalasi Rusia dari perang Ukraina menjadi konflik nuklir. Namun Austin tidak mengungkapkan apa yang mungkin terjadi.

Lalu apa kemungkinan tanggapan yang tersedia bagi AS terkait ancaman nuklir Putin?

Ilmuwan politik dan mantan pejabat CIA, Matthew Kroenig, mengatakan jika strategi pencegahan AS gagal karena alasan apa pun, mungkin karena Putin merasa terpojok dan tidak memiliki pilihan lain untuk tampil sebagai pemenang dalam perang Ukraina, maka pemerintahan Biden harus menjalankan ancaman pencegahannya.

"Saya pikir pemerintahan Biden mungkin belum mengambil keputusan dan mungkin tidak akan mengambil keputusan sampai senjata nuklir benar-benar digunakan," katanya tentang tanggapan AS, mengutip Newsweek, Jumat (7/10/2022).

"Saya pikir beberapa di pemerintahan akan berkata, 'Baiklah, mari kita lakukan versi yang lebih keras dari apa yang sudah kita lakukan. Lebih banyak sanksi. Lebih banyak senjata ke Ukraina. Mungkin lebih banyak pasukan yang dikerahkan ke depan di negara-negara NATO.' Dan mereka akan berpendapat [bahwa] ini ... menjadi respons yang lebih keras daripada apa yang kita lakukan sekarang," jelasnya.

Dalam skenario pertama ini, Kroenig mengatakan Biden akan menghindari perang dengan Rusia. Tapi dia percaya bahwa banyak orang, termasuk dirinya sendiri, akan berpendapat bahwa reaksi ini tidak cukup kuat.

"Kami berbicara tentang konsekuensi bencana dan kemudian kami merespons dengan sanksi-itu respons yang lemah," katanya. Tanggapan ini akan mengirimkan pesan kepada Putin bahwa ia dapat meluncurkan serangan nuklir kedua, ketiga dan keempat tanpa konsekuensi.

"Saya akan menganjurkan serangan militer konvensional AS langsung terhadap Rusia," kata Kroenig. "Dan itu bisa langsung melawan pasukan yang melancarkan serangan. Bisa juga terhadap target militer Rusia lainnya di Ukraina atau di Laut Hitam."

Dalam skenario kedua ini, perang dunia ketiga mungkin dipicu, karena serangan AS ke Rusia dapat menyebabkan Moskow membalas. "Dan apakah Biden membalas itu? Dan kemudian kita menuju konflik besar, dan itu adalah kemungkinan," kata Kroenig.

Sementara dalam skenario ketiga ini, AS akan menanggapi serangan nuklir dengan yang lain, yang kemudian kemungkinan besar dapat memicu perang nuklir.

"Saya kira Presiden Biden tidak akan menempuh rute itu, setidaknya pada awalnya, tetapi saya pikir beberapa orang di lingkaran presiden mungkin menganjurkan itu," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China & AS Jalin 'Hubungan' di Belakang Rusia, Ini Buktinya


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading