Kupas Tuntas Upaya Kementerian PUPR Tekan Emisi Karbon

News - Advertorial, CNBC Indonesia
05 October 2022 00:00
adv puprcnbc

Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan emisi karbon saat ini menjadi misi berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam Nationally Determined Contributions (NDC), Indonesia dan beberapa negara lainnya berkomitmen menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga tahun 2030.

Sementara itu, Indonesia memiliki target besar untuk penurunan emisi gas rumah kaca dengan usaha sendiri sebesar 29% dan sebesar 41% dengan dukungan internasional.Dengan begitu target Net-Zero Emission (NZE) bisa terealisasi pada 2060.

Dalam menuju target NZE, berbagai kebijakan untuk menyemai ekonomi hijau pun sudah disiapkan, mulai dari insentif pengembangan energi terbarukan hingga mendorong pembiayaan hijau atau green financing.

Green financing menjadi salah satu dukungan dari sektor infrastruktur dalam misi tersebut. Adapun green financing berfokus memberikan pembiayaan untuk proyek atau pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Lalu seperti apa langkah mewujudkan pembiayaan hijau untuk energi bersih? Kementerian PUPR bersama CNBC Indonesia akan menyelenggarakan webinar pembiayaan kreatif sektor sumber daya air, dengan tema Peran Kementerian PUPR dalam Mendorong Pembiayaan Hijau Untuk Energi Bersih dan akan berlangsung pada Kamis, 6 Oktober 2022, pukul 14.00-16.00 WIB.

Adapun webinar ini akan dibagi ke dalam dua sesi. Narasumber yang hadir dalam sesi pertama antara lain Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Arvi Argyantoro, Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi J. Gani, dan Direktur Utama PT Brantas Energi Firmansyah Ibnu Haryoso.

Para narasumber akan membahas perihal peran Kementerian PUPR mewujudkan pembiayaan hijau untuk mendukung net zero emission, platform SDGs Indonesia One untuk mendukung renewable energy sektor PUPR, hingga peluang dan tantangan investasi pada renewable energy.

Kemudian pada sesi kedua, narasumber yang hadir yakni Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalilah, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Arvi Argyantoro dan Executive Vice President Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Hot Martua Bakara.

Pada sesi ini, narasumber akan membahas lebih jauh mengenai kontribusi Kementerian PUPR dalam mewujudkan energi bersih, kebijakan transisi energi menuju net zero emission, hingga masa depan renewable energy di Nusa Tenggara Barat dalam menyongsong NZE di 2050.

Simak terus rangkaian menuju Webina rCreatIFF 2022 secara eksklusif dan live streaming di CNBCIndonesia.com dan Youtube PUPR_Pembiayaan

Adapun acara ini didukung oleh PT Brantas Energi,PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Moya Indonesia.

Artikel Selanjutnya

Pentingnya Ekosistem Terbuka Bagi Ekosistem Ekonomi Digital


(adv/adv)
Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading