Jokowi 'Pelototi' Harga Beras, Zulhas Ungkap Sebab Harga Naik

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
03 October 2022 11:35
Stok Gudang Beras di Pasar Jakarta Masih Aman. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Stok Gudang Beras di Pasar Jakarta Masih Aman. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan beberapa penyebab terjadinya kenaikan harga beras dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya karena gabah yang kini menjadi rebutan. Alhasil tidak semua petani mendapatkannya yang membuat stok panen lebih sedikit.

"Tadi diskusi kenapa? Karena rebutan gabah," kata Zulhas di Pasar Induk Beras Cipinang, Senin (3/10/2022).

Akibat tingginya permintaan, stok yang ada tidak begitu mencukupi, harga pun akhirnya ikut melonjak. Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu di mana harga beras di medio September hingga awal tahun cenderung turun karena mulai adanya panen di musim tanam kedua.

"Memang kenyataannya dibanding tahun lalu bulan Agustus-September harganya harusnya mulai rendah, tapi ini kebalik, justru Agustus-September harga beras justru naik," sebut Zulhas.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga beras dalam sebulan terakhir naik sekitar 1%.

Tercatat, harga beras per 30 September 2022 adalah Rp12.700 per kg beras premium dan Rp10.700 per kg beras medium. Naik dibandingkan harga per 1 September 2022 yang tercatat Rp12.600 per kg premium dan Rp10.500 per kg medium.

Akibat fenomena kenaikan harga beras ini, ternyata Presiden Joko Widodo mulai mewanti-wanti para pembantunya sampai menelponi setiap hari.

"Presiden hampir tiap hari kita ditelponin soal beras, saya pak Arief, pak Bulog ditelponin untuk tidak lengah," ujar Zulhas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Harga Beras Terus Naik


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading