Media Asing Soroti 'Tradisi Rusuh' Sepakbola Indonesia

News - Halimatus Sadiyah, CNBC Indonesia
02 October 2022 08:55
Arema/CNN Indonesia/Andry Novelino Foto: Arema/CNN Indonesia/Andry Novelino

Jakarta, CNBC Indonesia - Tragedi berdarah yang diperkirakan menewaskan 127 orang usai pertandingan sepakbola antara Arema FC dan Persebaya menjadi sorotan sejumlah media asing. Mereka bahkan menyebut bahwa kekerasan di sepakbola merupakan masalah laten di Indonesia. 

The New York Times, misalnya, melaporkan bagaimana supporter sepakbola di Indonesia sering melemparkan bom molotov ke lapangan. Karena itu, polisi anti huru hara juga selalu hadir di banyak pertandingan.

"Kekerasan di pertandingan sepakbola telah lama menjadi masalah bagi Indonesia. Kekerasan, seringkali persaingan mematikan antara tim-tim besar, adalah hal biasa," demikian bunyi laporan The New York Time yang berjudul 'Riots at Indonesian Soccer Match Leave Several Fans Dead' pada Sabtu (1/10/2022). 

Laporan yang sama juga mengungkap kebrutalan aparat dalam upaya 'menertibkan' supporter kedua tim. "Petugas keamanan berusaha menjaga kerumunan dengan memukul dan menendang supporter."

Sementara itu, kantor berita Reuters melaporkan bahwa persaingan sengit antar klub seringkali menyebabkan kekerasan di antara pendukung sepakbola Indonesia. 

Sebelumnya dilaporkan bahwa kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) menewaskan sedikitnya 127 orang. Ini merupakan salah satu kematian terbanyak di laga sepakbola yang tercatat dalam sejarah.

Awalnya, pertandingan berakhir dengan kondusif. Namun, menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, beberapa pendukung Arema, yang merasa kecewa dengan hasil pertandingan, turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial. Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Meski demikian, upaya ini tidak berhasil. Semakin lama kekecewaan suporter makin kuat dan kemarahan tidak terkendali, karena disertai dengan lemparan benda-benda ke lapangan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tragedi Berdarah Kanjuruhan, Ini Perintah Jokowi ke Kapolri


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading