Jejak Bisnis 'Wanita Emas' Pernah Menang Proyek Tender Gede

News - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
25 September 2022 10:45
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah menetapkan 3 (tiga) orang Tersangka terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT. Waskita Beton Precast, Tbk. Ist Foto: Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah menetapkan 3 (tiga) orang Tersangka terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT. Waskita Beton Precast, Tbk. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Sosok yang kerap disebut 'wanita emas', yaitu Hasnaeni Moein terjerat kasus korupsi dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2022. Kini, secara resmi ia telah menyandang status sebagai tersangka.

Sosoknya makin viral ketika dirinya berteriak histeris saat proses penangkapannya dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Rekam jejaknya di dunia bisnis dan politik juga turut terangkat ke publik.

Hasnaeni Moein adalah Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical. Perusahaan ini terseret dalam kasus tersebut sebagai pihak penyedia batu split pada proyek tahun 2016-2020 itu. Diduga kerugian negara mencapai Rp 2,5 triliun.

PT Misi Mulia Metrical (MMM) sebelumnya merupakan bagian dari konsorsium yang menang tender pembangunan jalan Tol Semarang Demak. Kemenangan itu ditetapkan melalui surat Nomor PB.02.01-Mn/1347 tanggal 17 Juli 2019 perihal Penetapan Pemenang Pada Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak Yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota Semarang.

Dalam konsorsium tersebut, terdapat dua perusahaan lainnya yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Mereka diminta untuk mendirikan satu badan usaha jalan tol (BUJT) yakni PT. Pembangunan Semarang Demak.

Saham PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak sebanyak 65% dimiliki oleh PTPP, lalu Wijaya Karya memegang sebanyak 25% dan PT Misi Mulia Metrical sebanyak 10%.

Masa konsesi Jalan Tol Semarang-Demak Yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota Semarang adalah selama 35 tahun sejak surat perintah mulai kerja pertama diterbitkan oleh BPJT.

Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp 15,3 Triliun ini ditargetkan akan berlangsung selama 2 tahun. Pembangunan jalan tol Semarang-Demak membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yaitu seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

7 Penampakan 'Tol Atlantis' di Jawa yang Bikin Geger


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading