Mengulik Core Tax

550 Tenaga Kerja Kawal Proyek Pajak Super Canggih di Kemenkeu

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
23 September 2022 18:55
Jelang Batas Akhir, Wajib Pajak Mulai Melaporkan SPT Tahunannya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Jelang Batas Akhir, Wajib Pajak Mulai Melaporkan SPT Tahunannya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tengah mengarap proyek strategis nasional (PSN), yakni sistem perpajakan super canggih yang akan meluncur di publik pada 1 Januari 2024.

Proyek tersebut yaitu pembaruan sistem inti administrasi perpajakan (PSIAP) alias core tax administration system (CTAS).


Pembaruan sistem ini berkaitan dengan pelayanan kepada wajib pajak, dimana puluhan bisnis proses perpajakan akan dilakukan secara online.

Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak Iwan Djuniardi menjelaskan, core tax system merupakan bagian dari reform administrasi perpajakan yang saat ini perkembangannya masih terus berjalan.

"Yang melatarbelakangi PSIAP itu adalah tidak lain adalah disruptif teknologi, perubahan bisnis di masyarakat, ada fintech (financial technology) disitu, teknologi semakin berkembang," kata Iwan lagi.

Melihat perubahan zaman yang semakin berkembang, DJP menyadari institusinya tidak bisa jalan di tempat. Ketika semuanya serba digital, administrasi perpajakan pun juga harus naik kelas kepada digitalisasi.

Oleh karena itu, kata Iwan dibangun lah Core Tax System sebagai alat informasi teknologi untuk menerjemahkan proses pembaruan sistem administrasi pajak untuk mengimbangi disruptif teknologi dan perubahan bisnis di dunia, baik internasional dan domestik.

Pembaruan sistem administrasi itu meliputi, organisasi, sumber daya manusia, peraturan perundang-undangan, proses bisnis, serta teknologi informasi dan basis data.

Dalam proses pengembangan sistem teknologi informasi, baik pengembangan software dan aplikasi yang super canggih ini, Iwan mengungkapkan DJP dibantu oleh 600 tenaga kerja.

"Dari DJP dedicated ada 350 orang, dan dari vendor-nya 250 orang. Total-total 600 orang," kata Iwan. Semua pekerja tersebut bekerja langsung di Gedung DJP, Jakarta Pusat.

Selama pandemi, Iwan mengaku pengembangan core tax tetap berjalan. Meskipun pekerja tidak hadir secara fisik di kantor pajak, mereka tetap bekerja dari manapun.

Alhasil, pekerjaan core tax tidak terganggu dengan adanya pandemi.

Rencananya, aplikasi dari core tax ini akan selesai pada akhir 2022 dan run test akan dilakukan sepanjang 2023, hingga resmi berjalan di publik pada Januari 2024.

Software dari core tax ini dikerjakan oleh konsorsium LG-QS. Vendor di dalam konsorsium ini, menurut Iwan, telah berpengalaman mengerjakan sistem pajak di Albania dan Mesir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Video: Ramai #Stopbayarpajak, Ini Sikap Keras Sri Mulyani


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading