Catat! Uang Rupiah Ini Sudah Tak Laku Lagi, Anda Masih Punya?

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
14 September 2022 08:30
Gedung BI Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu memutuskan untuk menarik dua pecahan uang rupiah dari peredaran, seiring dengan terbitnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) 24/15/PBI/2022, terhitung sejak 30 Agustus 2022.

Mengutip keterangan resmi bank sentral, Rabu (14/9/2022), dua jenis pecahan rupiah yang ditarik adalah uang rupiah khusus seri demokrasi pecahan Rp 300 ribu dan uang rupiah khusus seri presiden pecahan Rp 850 ribu.


BI menjelaskan, masyarakat yang memiliki URK tersebut bisa melakukan penukaran di Bank Umum terhitung sejak 30 Agustus 2022 sampai dengan 30 Agustus 2032, atau 10 tahun sejak tanggal pencabutan.

Penggantian atas Uang Rupiah Khusus Tahun Emisi 1995 yang dicabut dan ditarik dari peredaran sebesar nilai nominal yang sama dengan yang tertera pada URK dimaksud. Layanan penukaran juga dapat dilakukan di Kantor Pusat maupun Kantor Perwakilan BI sesuai dengan jadwal operasional dan layanan publik BI.

Uang Rupiah Khusus Seri Presiden Republik Indonesia Pecahan 850.000 (Dok: Bank Indonesia)Foto: Uang Rupiah Khusus Seri Presiden Republik Indonesia Pecahan 850.000 (Dok: Bank Indonesia)

Penggantian atas URK dalam kondisi lusuh, catat, atau rusak dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Bank Indonesia mengenai pengelolaan Uang Rupiah, yaitu:

1. Dalam hal fisik uang Rupiah logam lebih besar dari 1/2 (satu perdua) ukuran aslinya dan ciri uang Rupiah dapat dikenali keasliannya, diberikan penggantian sebesar nilai nominal uang Rupiah yang ditukarkan, dan

2. Dalam hal fisik uang Rupiah logam sama dengan atau kurang 1/2 (satu perdua) ukuran aslinya, tidak diberikan penggantian. BI mengimbau masyarakat yang akan melakukan penukaran untuk tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Gubernur BI Pamer Uang Rupiah Baru ke Jokowi


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading