Banyak Bandara RI Sepi Bak 'Kuburan', Jokowi Masih Mau Tambah

News - redaksi, CNBC Indonesia
03 September 2022 07:15
Bandara Internasional Kertajati (dok BKIP Kemenhub) Foto: Bandara Internasional Kertajati (dok BKIP Kemenhub)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, ada 19 bandara baru yang ditargetkan rampung dan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum tahun 2024.

"10 di antaranya bandara baru," kata Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono saat rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, dikutip Sabtu (3/9/2022).

10 bandara baru itu adalah:

- Bandar Siau
- Bandara Tambelan
- Bandara Nabire Baru
- Bandara Baru Siboru
- Bandara Baru Mentawai
- Bandara Baru Mandailing Nata
- Bandara Baru Pohuwato
- Bandara Baru Bolaang Mongondow
- Bandara Baru Banggai Laut
- Bandara Baru Singkawang.

Memang, proyek-proyek infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintahan Jokowi. Selain membangun tol, juga merevitalisasi bandara yang sudah ada dan membangun yang baru.

Ironisnya, saat ini ada sejumlah bandara di Indonesia yang sepertinya sedang 'mati suri'.

Bandara tersebut adalah:

1. JB Soedirman, Purbalingga
Melihat situs pembelian tiket pesawat, Bandara JB Soedirman saat ini terpantau tidak memiliki jadwal penerbangan lagi. Sebelumnya bandara ini digunakan maskapai Citilink dengan tujuan Jakarta-Purbalingga dan sebaliknya, namun belum lagi terlihat ada jadwal penerbangan ini pada platform penjualan tiket pesawat.

2. Bandara Ngloram, Blora
Bandara ini diresmikan oleh Jokowi pada Desember lalu, namun terpantau saat ini tidak ada jadwal penerbangan yang menerbangi rute ke Bandara yang berada di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

3. Wiriadinata, Tasikmalaya
Bandara yang diresmikan pada Februari 2019 lalu juga terpantau belum memiliki jadwal penerbangan, yang dijual pada platform pembelian tiket pesawat.

4. Bandara Kertajati, Majalengka
Sampai saat ini Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati belum menerima penerbangan komersial sejak April 2020 lalu, karena pandemi. Namun direncanakan pada November mendatang sudah mulai menerima penerbangan haji.

Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan bandara tersebut memang merupakan rute sepi.

"Ya karena memang itu bandara-bandara rute sepi sebelumnya. Apalagi saat pandemi," kata Bayu kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (3/9/2022).

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia memang telah membatasi gerak dan aktivitas sosial-ekonomi. Bukti paling nyata adalah anjloknya tingkat lalu lintas manusia, termasuk di bandara.

Hanya saja, pembangunan bandara tersebut juga dinilai tanpa perhitungan. Akibatnya, potensi penumpang yang minim hingga mahalnya harga avtur, ditambah pandemi Covid-19 menjadikan bandara-bandara tersebut sepi. Bahkan, saat sekarang, saat tak ada lagi pembatasan, bandara-bandara tersebut justru sepi.

"Itu memang bandara-bandara kecil. Kaya yang di Purbalingga, Ngloram, Tasikmalaya juga dulu ada Garuda-Citilink terbang tapi sekarang nggak jelas, yang di Cirebon juga dipakai sekolah penerbangan Lion Air. Di Bandara Kuabang itu juga nganggur," kata Pengamat Penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati kepada CNBC Indonesia.

Ditambah, lanjutnya, dengan kondisi saat ini saat harga avtur tinggi membuat tiket pesawat juga menjadi lebih mahal. Sementara daya beli masyarakat kawasan belum pulih imbas pandemi membuat enggan menggunakan moda transportasi pesawat.

Sehingga pilihan jatuh kepada moda transportasi lainnya seperti bus, kereta api, hingga mobil pribadi.

"Khususnya untuk pulau Jawa kereta bagus, jalan tol bagus, jadi masyarakat enggan (pakai pesawat)," katanya.

Wakil Ketua Komisi V DPR Roberth Rouw pun meminta pemerintah melakukan perencanaan matang sebelum membangun bandara.

Pasalnya, kata Roberth, bandara yang dibangun tapi kemudian sepi akan jadi beban karena setiap tahun harus ada biaya pemeliharaan.

"PNBP-nya ngga ada sama sekali. Kenapa nggak berikan itu (anggaran) untuk bandara-bandara perintis yang memang masih diperlukan masyarakat," kata Roberth saat memimpin rapat dengar pendapat bersama Eselon I Kemenhub, Kamis (1/9/2022).

"Agar setiap pembangunan jangan cuma merencanakan saja, tapi perlu diperhitungkan manfaatnya seperti apa," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya

Cek! Jadwal Penerbangan Wings Air dari Bandara Pondok Cabe


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading