Ada Tol Ini yang Bikin JKT-BDG Kurang 1 Jam, Pengusaha Happy

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
News
Senin, 22/08/2022 19:42 WIB
Foto: Suasana proyek Tol Jakarta – Cikampek II Selatan di kawasan Sadang, Jawa Barat, Jumat (25/3/2022). Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan memiliki panjang 64 km yang terdiri atas 3 seksi. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beban tol Jakarta - Cikampek sudah sangat berat, melihat ruas ini menjadi jalan utama logistik darat menuju wilayah Timur Jawa. Pengusaha truk pun sangat setuju dan mendorong penyelesaian ruas tol alternatif yakni tol Jakarta - Cikampek II Selatan.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), mengatakan sangat mendukung pembangunan ruas tol Japek II Selatan, melihat beban dari tol Jakarta - Cikampek eksisting sudah sangat berat. Tol Japek II selatan ini diharapkan memangkas waktu dan jarak dari dan menuju Jakarta-Bandung, yang diperkirakan kurang dari 1 Jam.

"Infrastruktur itu penting, karena beban ke timur khususnya dari distribusi barang berasal dari dua sumber yang berat. pertama dari Tanjung Priok output-nya itu 70% ke timur," katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (22/8/2022).


Selain itu menurutnya, banyak produk yang dihasilkan kawasan Industri Banten dikirimkan menuju Timur Jawa. Dimana akses yang dilalui melalui tol Jakarta Cikampek atau jalan nasional Pantai Utara.

"Transportasi barang ini sudah nggak ketampung tol yang saat ini, apalagi terlihat dari macetnya sampai JORR hingga Cikampek sudah sangat padat," katanya.

Menurut Gemilang semakin banyaknya pembangunan akses jalan memberikan pilihan bagi pengusaha truk untuk melancarkan distribusi. Tidak hanya tol Japek II Selatan, menurut dia saat ini pengusaha truk juga mendorong penyelesaian tol Cibitung - Cilincing supaya akses dari pelabuhan Tanjung Priok bisa langsung menuju tol Jakarta Cikampek.

Untuk diketahui pembangunan tol Japek II Selatan masuk dalam Proyek Strategis Nasional, yang diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Japek eksisting.

Jika sudah rampung, panjang ruas tol ini akan mencapai 62 km. Bahkan diklaim membuat perjalanan menuju Bandung bisa lebih cepat.

"Ini menjadi pertemuan Jakarta dan Cipularang. Rencana kecepatan maksimum di sini 80 km per jam dan ini jaraknya 62 km. Jadi, sekitar 45 menit nyampe Jakarta-Bandung. Lebih cepat," kata Direktur Teknik PT Jasa Marga Japek Selatan, Bambang Sulistyo kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (22/8/2022).

Tol ini nantinya akan menghubungkan jalan tol Lingkar Luar di Jati Asih Bekasi, dengan tol Purbaleunyi di Sadang Purwakarta.

Pembangunan proyek ini tengah dikebut, terutama untuk paket 3 dijadwalkan bisa beroperasi penuh di awal tahun 2023. Sedangkan untuk untuk paket dipatok selesai pada 2024 dan 2028 mendatang, berikut rinciannya :

Paket 1 dari Jati Asih-Setu Sta 0+00 sampai dengan Sta 9+300 sepanjang 9,3 kilometer yang meliputi wilayah kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor, masih belum memulai konstruksi. Namun progres pembebasan lahan sudah mencapai 3,61% ditargetkan beroperasi pada Januari 2028 mendatang.

Paket 2 dari Setu-Taman Mekar Sta 9+300 sampai 34 - 150 sepanjang 24,85 km, yang meliputi wilayah kabupaten Bekasi, juga belum memulai konstruksi. Tapi progres pembebasan lahan sudah mencapai 54,63%, ditargetkan beroperasi pada Januari 2024 mendatang.

Dan, Paket 3 dari Taman Mekar menuju Sadang Sta 9 + 300 sampai dengan 34 + 150 sepanjang 24,85 km, meliputi wilayah Kabupaten Karawang, dan Purwakarta sudah hampir rampung.


(hoi/hoi)
TAG: tol