Internasional

Ukraina Gawat! Putin Kerahkan Jet Tempur dengan Rudal Kinzhal

News - luc, CNBC Indonesia
19 August 2022 08:40
A Russian Air Force MiG-31K jet carries a high-precision hypersonic aero-ballistic missile Kh-47M2 Kinzhal during the Victory Day military parade to celebrate 73 years since the end of WWII and the defeat of Nazi Germany, in Moscow, Russia, Wednesday, May 9, 2018. (AP Photo/Pavel Golovkin) Foto: AP/Pavel Golovkin

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia mengerahkan pesawat tempur yang dipersenjatai dengan rudal hipersonik canggih ke Kaliningrad, wilayah yang tak jauh dari dari negara-negara Uni Eropa dan aset NATO.

Dilansir Al Jazeera, Jumat (19/8/2022), Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan tiga pesawat tempur MiG-31 dengan rudal hipersonik Kinzhal tiba di pangkalan udara Chkalovsk sebagai bagian dari "langkah-langkah tambahan pencegahan strategis" dan akan ditempatkan pada "tugas tempur sepanjang waktu".

Sebuah video yang dirilis oleh kementerian pada Kamis (18/8/2022) menunjukkan pasukan Rusia telah tiba di pangkalan.


Adapun, pengerahan rudal Kinzhal dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat atas invasi berkelanjutan Rusia ke Ukraina, yang mendekati tanda enam bulan. Eksklave Rusia yang terletak di antara Polandia dan Lithuania di pantai Baltik telah berada di garis depan upaya Presiden Vladimir Putin untuk melawan apa yang digambarkannya sebagai kebijakan bermusuhan NATO.

Moskow mengecam keras pengiriman senjata Barat ke Ukraina, menuduh Amerika Serikat dan sekutunya memicu konflik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Rusia terus memperkuat pasukannya di Kaliningrad dan mempersenjatai mereka dengan peralatan canggih, termasuk rudal Iskander.

Militer Rusia mengatakan Kinzhal memiliki jangkauan hingga 2.000 km dan terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara.

Putin, yang meluncurkan rudal Kinzhal pada 2018, menyebutnya sebagai "senjata ideal" yang sangat sulit dicegat.

Sementara itu, intelijen Ukraina mengatakan bahwa pasukan Rusia berencana untuk menyerang Ukraina secara masif pada pekan depan.

Pusat Komunikasi Strategis (StratCom) Ukraina menyatakan ancaman serangan besar-besaran di wilayah Ukraina dengan rudal S-300 sudah jelas.

"Mengingat kedatangan beberapa kereta api [dari Rusia] sebelum 20 Agustus, jelas bahwa Rusia bersiap untuk menyerang Ukraina pada 24 Agustus," tulisnya seperti dilaporkan Kyiv Post.

Perlu diketahui, Kaliningrad yang menjadi negara bagian paling barat Rusia adalah bagian dari Jerman sampai akhir Perang Dunia II, ketika diberikan kepada Uni Soviet pada Konferensi Potsdam pada 1945. Wilayah ini memiliki sekitar satu juta penduduk, mayoritas Rusia dengan sejumlah kecil Ukraina, Polandia, dan Lithuania .

Jumlah pasti tentara yang ditempatkan di sana tidak diketahui, namun diperkirakan berkisar dari 9.000 hingga 200.000 personel militer.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rebut Mariupol, Ukraina Pukul Mundur Pasukan Rusia


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading