Rusia Murka, Tuding Ukraina Sabotase Pangkalan Udara

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
17 August 2022 08:00
Gambar yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan 11 pesawat SU-34 di pangkalan udara Morozovsk di Rusia, pada hari Sabtu, 27 Maret 2021. Rusia telah bersikeras bahwa mereka memiliki hak untuk membatasi pergerakan kapal angkatan laut asing dari Krimea, menolak keluhan Ukraina dan kritik Barat. (Satellite image ©2021 Maxar Technologies via AP) Foto: AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia menuding Ukraina berada di balik meledaknya pangkalan Angkatan Udara (AU) milik Moskow di wilayah Krimea. Pasalnya, markas itu menjadi jalur logistik yang penting bagi Rusia dalam melaksanakan serangan militer di wilayah milik Kyiv.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan ledakan di gudang amunisi itu adalah 'hasil sabotase.' Mereka juga menjabarkan beberapa gangguan yang diakibatkan ledakan pada Rabu pekan lalu itu.

"Ledakan itu menelan gudang amunisi di sebuah pangkalan militer di utara semenanjung Krimea, mengganggu kereta api dan memaksa evakuasi 2.000 orang dari desa terdekat," menurut pejabat dan kantor berita Rusia dikutip Reuters, (17/8/2022).


Ledakan itu meningkatkan prospek dinamika baru dalam perang enam bulan terakhir dengan fakta bahwa Ukraina sekarang memiliki kemampuan untuk menyerang lebih dalam ke pusat wilayah yang diduduki Rusia.

Rusia telah menggunakan Krimea, yang dicaploknya dari Ukraina pada 2014, untuk memperkuat pasukannya di garis depan dengan suplai perangkat keras militer. Ini merupakan proses yang ingin diganggu Ukraina menjelang potensi serangan balasan di selatan.

Ukraina belum secara resmi mengkonfirmasi atau menyangkal bertanggung jawab atas ledakan di Krimea. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta warganya untuk menjauhi depot senjata milik Rusia lantaran ia merasa Moskow tidak mampu menjaga tempat sensitif itu dengan aman.

"Tetapi mereka semua memiliki arti yang sama - penghancuran logistik penjajah, amunisi mereka, peralatan militer dan lainnya, dan pos komando, menyelamatkan nyawa orang-orang kami," katanya dalam pidato malam.

Penasihat kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak dan kepala staf Andriy Yermak sama-sama bersorak di media sosial dengan mengejek ledakan itu sebagai bagian dari 'demiliterisasi.'

Istilah ini sendiri digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyerang Ukraina dengan alasan telah mempersekusi warga berbahasa Rusia yang berada di wilayah Donbass sehingga perlu ada langkah demiliterisasi.

"Strategi Ukraina adalah untuk menghancurkan logistik, jalur pasokan dan depot amunisi Rusia dan objek infrastruktur militer lainnya. Ini menciptakan kekacauan di dalam pasukan mereka sendiri," ujarnya Podolyak kepada Surat kabar Inggris Guardians.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Intelijen AS Bantu Ukraina Sikat Kapal Perang Rusia


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading