Saat Jokowi Khawatir 5 Krisis, Ternyata Pengangguran RI Turun

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
16 August 2022 14:20
Tingkat Pengangguran di Indonesia Susut Jadi 5,83% Foto: CNBC INDONESIA TV

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah angkat bicara mengenai tingkat pengangguran di Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Dia mengklaim kondisi saat ini sudah lebih baik.

"Pengangguran tahun 2022 jadi kita sudah sampai pada 5,8%. Itu sudah melampaui 2021, artinya kita sudah sesuai dengan target RPJMN," kata Ida usai Sidang Tahunan MPR RI dan Pidato Kenegaraan Presiden Dalam Rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI Dalam Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Selasa (16/8/2022).

Hal ini menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran akan potensi krisis yang membayangi perekonomian domestik dan global ke depan.


Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pidato Kenegaraan kembali menyinggung ancaman krisis.

Jokowi menyebutkan ada 5 krisis yang dikhawatirkan menghantui dunia. Yaitu, krisis kesehatan, krisis energi, krisis pangan, krisis global, dan krisis keuangan.

"Krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit. Tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi," tutur Jokowi dalam Pidato Kenegaraan, Selasa (16/8/2022).

Menaker Ida pun menambahkan, sudah banyak pekerja yang sebelumnya terkena dampak efek domino pandemi Covid-19, telah dipekerjakan kembali. Meski, dia mengakui, jumlahnya belum pulih seperti sebelum pandemi.

"Kita akan jaga dan Alhamdulillah teman-teman yangg pada 2020-2021 dirumahkan mereka sudah kembali bekerja. Memang kondisinya belum pulih dari sebelum covid tapi kalau dilihat dari 2020 ke 2021 ke 2022 ini terus mengalami penurunan" katanya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2022 sebesar 5,83% turun sebesar 0,43% poin dibandingkan dengan Februari 2021.

Terdapat 11,53 juta orang (5,53%) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (0,96 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (0,55 juta orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (0,58 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (9,44 juta orang).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Turun Tipis, Jumlah Pengangguran di RI Kini 8,40 Juta Orang


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading