Internasional

Jerman Bikin Eropa Terbelah soal Rusia, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 August 2022 11:25
New elected German Chancellor Olaf Scholz is sworn in by parliament President Baerbel Bas in the German Parliament Bundestag in Berlin, Wednesday, Dec. 8, 2021. The election and swearing-in of the new Chancellor and the swearing-in of the federal ministers of the new federal government takes place in the Bundestag on Wednesday. (Photo/Markus Schreiber) Foto: AP/Markus Schreiber

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa negara Uni Eropa (UE) gagal mencapai konsensus mengenai larangan masuk warga Rusia ke wilayah UE. Hal ini sendiri terjadi saat pihak Ukraina meminta wacana itu diberlakukan segera,

Dalam laporan Express, perdebatan terkait larangan masuk warga Rusia ini terjadi antara pihak Jerman dan Finlandia. Perdana Menteri (PM) Finlandia Sanna Marin mendukung usulan Ukraina itu dengan mengatakan perjalanan ke Eropa bagi warga Rusia adalah hak istimewa dan bukan hak dasar.

"Saya pikir tidak benar bahwa warga Rusia dapat bepergian, memasuki Eropa, memasuki wilayah Schengen, menjadi turis, melihat pemandangan sementara Rusia membunuh orang di Ukraina. Itu salah," ujarnya dikutip Selasa, (16/8/2022).

Di sisi lain, hal ini pun mendapatkan kritikan keras dari Kanselir Jerman Olaf Scholz. Ia menganggap bahwa banyak warga Rusia yang tidak sepakat dengan rezim Presiden Vladimir Putin ingin melarikan diri dari negara itu.

"Semua keputusan yang kita buat seharusnya tidak memperumit mereka untuk kebebasan dan meninggalkan negara itu, untuk menjauh dari kepemimpinan dan kediktatoran mereka di Rusia," paparnya.

Secara resmi, isu terkait visa bagi warga Rusia ini diprediksi akan menjadi agenda pada pertemuan informal para Menteri Luar Negeri UE pada 31 Agustus mendatang

Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta negara-negara UE untuk menutup pintunya bagi warga Rusia. Pasalnya, pada warga Rusia dianggap diam saat militer Moskow menyerang Ukraina.

"Penduduk memilih pemerintah ini dan mereka tidak melawannya, tidak berdebat dengannya, tidak meneriakinya," katanya seperti dikutip media Rusia, TASS, pekan lalu

"Orang Rusia harus hidup di dunia mereka sendiri sampai mereka mengubah filosofi mereka. Orang Rusia apapun, mereka harus tetap berada di Rusia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Buah Simalakama Jerman 'Buang' Gas dan Minyak Rusia


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading