Internasional

Jreng! Jepang Buat Marah China-Korsel, Bawa Perang Dunia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 August 2022 20:50
FILE PHOTO: A Japanese flag flutters atop the Bank of Japan building in Tokyo, Japan, September 21, 2016.  REUTERS/Toru Hanai/File Photo Foto: REUTERS/Toru Hanai/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang membuat marah China dan Korea Selatan (Korsel). Ini setelah dua menteri memberikan penghormatan di sebuah kuil perang kontroversial pada Senin (15/8/2022).

Pejabat tersebut adalah Menteri Negara Urusan Ekonomi dan Keamanan Sanae Takaichi dan Menteri Rekonstruksi Kenya Akiba. Keduanya memberikan penghormatan pada peringatan 77 tahun penyerahan Jepang pada Perang Dunia II di kuil Yasukuni.

Kuil Yasukuni dipandang sebagai simbol militerisme masa lalu, terutama selama Perang Dunia II. Kuil yang berada di Tokyo ini dibuat menghormati 2,5 juta orang yang tewas perang sejak akhir abad ke-19.


Namun kuil ini disebut menjadi tempat pemujaan agresi dan para penjahat perang Jepang. Karena menyimpan para penjahat yang dihukum selama perang berlangsung.

Perjalanan ke kuil oleh pejabat pemerintah telah lama membuat marah negara-negara yang menderita akibat militer Jepang sebelum dan selama perang. Terutama China dan Korsel.

Juru bicara kementerian luar negeri China Wang Wenbin bereaksi dengan marah terhadap kunjungan tersebut. Ia menyebut kegiatan mereka sebagai provokasi serius.

"China mendesak Jepang untuk serius belajar dari sejarah, menghentikan militerisme, dan menghindari hilangnya kepercayaan lebih lanjut dengan tetangga Asia dan komunitas internasional," katanya, melansir AFP.

Pemerintah Korsel juga menyatakan kekecewaan mendalam pada kunjungan ke kuil. Hal itu dianggap memuliakan agresi Jepang di masa lalu dan mengabadikan penjahat perang.

Sebelumnya, selain Takaichi dan Akiba, Menteri Perdagangan Yasutoshi Nishimura juga mengunjungi kuil tersebut pada akhir pekan lalu. Takaichi juga diketahui merupakan pengunjung tetap Yasukuni dan dekat dengan mantan perdana menteri Shinzo Abe.

"Tahun ini, ada perang di Ukraina. Saya berdoa agar tidak ada lagi orang yang tewas dalam perang," kata Takaichi kepada wartawan, menambahkan bahwa dia telah mengucapkan terima kasih kepada korban perang yang diabadikan di sana.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! Negara Asia Ini Diundang ke Rapat Besar NATO, Siapa?


(tfa/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading