Internasional

RI Menang, Ekonomi Tetangga Dekat Ini Cuma 2,5%

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 August 2022 19:00
bendera thailand Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Thailand mengalami perlambatan. PDB hanya tumbuh 2,5% pada kuartal-II (Q2) di 2022.

Badan ekonomi utama negara itu, Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand (NESDC), mengatakan para wisatawan asing yang telah kembali melancong ke Negara Gajah Putih tersebut gagal mengimbangi inflasi yang tinggi.

Sebagaimana diketahui, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu masih terpukul keras selama pandemi, meskipun jumlah pengunjung perlahan naik berkat pelonggaran aturan perjalanan sejak Mei.

Tak hanya itu, NESDC juga memperingatkan perang Ukraina dan ketegangan China atas Taiwan dapat membahayakan pemulihan ekonomi negaranya.

"Kami harus terus memantau untuk melihat berapa lama tindakan balasan dari China atas Taiwan akan berlangsung," kata Sekretaris Jenderal NESDC Danucha Pichayanan, melansir AFP, Senin (15/8/2022).

"Melonggarnya pengendalian Covid kita, pemulihan pariwisata adalah faktor yang mendukung pertumbuhan."

NESDC mengatakan bahwa produk domestik bruto naik 2,5% pada April-Juni dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka ini jauh di bawah perkiraan pertumbuhan 3%.

NESDC juga merevisi tingkat pertumbuhan setahun penuh yang diharapkan dari 2,5-3,5% menjadi 2,7-3,2%. NESDC juga memaparkan inflasi pada Juni mencapai 7,7% dan berada di 6,5% untuk kuartal tersebut.

Ekonom Charl Kengchon dari Pusat Penelitian Kasikorn mengatakan angka tersebut muncul akibat gagalnya pariwisata mengangkat pertumbuhan ekonomi negara.

"Saya pikir itu karena inflasi mencapai level tertinggi 14 tahun pada bulan Juni, jadi itu merupakan hambatan pada pengeluaran baik (di) sektor rumah tangga dan bisnis," katanya.

Charl mengatakan dampak perang Rusia-Ukraina dan ketegangan Taiwan juga mengkhawatirkan akan mempengaruhi rantai pasokan. "Kami berharap ekspor Thailand akan mendingin seiring dengan pertumbuhan ekonomi global tahun depan, jadi kami harus sangat bergantung pada pariwisata," katanya.

Thailand menyambut sekitar 40 juta orang setiap tahun sebelum pandemi, dan telah menetapkan target ambisius pada kedatangan pelancong untuk tahun mendatang dengan harapan dapat kembali menaikkan sektor pariwisata.

RI sendiri tumbuh 5,4% (yoy) di Q2 2022. Di Q1 lalu, PDB tercatat 5,01%.

Selain Thailand, Singapura sebelumnya juga tumbuh lebih rendah dibanding RI, dengan 4,8% (yoy) pada Q2. Sebelumnya di Q1, PDB Negeri Singa 4%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Legalkan Ganja, Thailand Tetap Tidak Anjurkan Merokok


(tfa/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading