Internasional

Tolak Rusia, Tetangga RI Pilih Beli Helikopter dari AS

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
15 August 2022 16:50
Helikopter CH-47F Chinook (Dok. Boeing) Foto: Helikopter CH-47F Chinook (Dok. Boeing)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Filipina dilaporkan sedang dalam diskusi mendalam dengan pihak Amerika Serikat (AS) untuk pembelian helikopter angkat berat Chinook. Hal ini dilakukan tatkala Manila membatalkan kesepakatan pembelian kendaraan udara itu dari Rusia.

Dalam sebuah keterangan, Duta Besar (Dubes) Filipina untuk AS Jose Manuel Romualdez mengatakan pembatalan pembelian 16 helikopter angkut militer Rusia Mi-17 senilai 12,7 miliar peso atau setara Rp 3,3 triliun pada Juni lalu dipicu oleh serangan Moskow ke Ukraina. Ia menyebut Manila sedang menghindari konsekuensi sanksi Barat atas Rusia.

"Pembatalan kontrak ini terutama dipicu oleh perang di Ukraina. Meskipun ada sanksi yang diharapkan datang kepada kami, dari Amerika Serikat dan negara-negara barat, jelas bukan kepentingan kami untuk melanjutkan dan mengejar kontrak ini," katanya kepada wartawan dalam forum virtual seperti dikutip Reuters, Senin (15/8/2022).


Romualdez mengatakan Chinook akan digunakan untuk pergerakan pasukan dan dalam kesiapsiagaan bencana di negaranya. Ia juga mengaku bahwa dalam negosiasi Washington siap dalam membantu di bidang pemeliharaan, layanan dan suku cadang helikopter itu.

"AS bersedia untuk mencapai kesepakatan untuk jumlah yang ditetapkan Filipina untuk dibelanjakan pada helikopter Rusia."

Sementara itu, dengan Rusia, pihak Malacanang disebutkan sedang melakukan diskusi dengan Rusia untuk memulihkan uang muka US$ 38 juta dalam pembelian Mi-17. Pasalnya, helikopter itu seharusnya tiba pada November mendatang.

Filipina sendiri sedang dalam proses modernisasi perangkat keras militernya senilai 300 miliar peso dalam lima tahun terakhir. Pasalnya, negara itu masih menggunakan kapal perang dari Perang Dunia Kedua dan helikopter yang digunakan oleh AS dalam Perang Vietnam.

"Selain kesepakatan militer, Filipina, di bawah Presiden baru Ferdinand Marcos Jr, juga menginginkan peningkatan pertukaran ekonomi dengan Amerika Serikat termasuk di bidang manufaktur, infrastruktur digital dan energi bersih, termasuk tenaga nuklir modular," ujar Romualdez lagi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Anak Eks Diktator Filipina Menangkan Pemilu Presiden


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading