Skak Mat!, 'Skandal' Rahasia Zalensky Dibongkar Jerman

News - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
14 August 2022 06:45
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina, pada Rabu, 29 Juni 2022. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Konflik kedua negara tersebut juga memicu percikan dukungan oleh beberapa negara lainnya. Salah satunya, kabar kurang enak menerpa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ini diduga terkait skandal rahasia.

Kabar tak sedap pertama kali diungkap media Jerman, Die Welt. Pemberitaan mengacu pada biografi mantan komedian yaitu "Zelensky: A Biography". Biografi tersebut menyebut adanya skandal kasus korupsi. Zelensky disebut memiliki akun luar negeri di Siprus.

Data didapat dari penelitian Slidstvo.Info. Di mana, Zelensky disebut memiliki perusahaan di Kepulauan Virgin Britania Raya dan Belize. Salah satunya perusahaannya adalah Maltex Multicapital Corp. Perusahaan yang tak dikenal ini, memiliki apartemen di pusat kota London senilai US$ 7,5 juta.


Perusahaan tersebut juga dikatakan telah menerima total US$ 40 juta dari oligarki Ukraina, Igor Kolomoysky. Tak tanggung-tanggung, dana diterima dari 2012.

Meski demikian, Zelensky disebut telah mengalihkan sahamnya di perusahaan itu tahun 2019 kapada seorang teman dekatnya. Ini persis sebelum pemilihan presiden yang ia menangkan dilakukan.

Jurnalis investigasi Ukraina berspekulasi pada saat itu bahwa Zelensky mungkin menggunakannya untuk menghindari pajak di dalam negeri. Namun sebagian mengatakan pula, bahwa ia kemungkinan juga berpartisipasi dalam pencucian uang untuk Kolomoysky.

Kutipan tersebut juga diperkuat dengan fakta batalnya penayangan film dokumenter berjudul Offshore 95. Film itu, tulis media tersebut berpusat pada dugaan transaksi gelap Zelensky yang terungkap dalam Pandora Papers.

"Manajer bioskop tampaknya telah menerima telepon dari SBU, dinas keamanan Ukraina," tulis dalam buku tersebut, melansir Russia Today.

"Hanya berkat kemarahan publik, pemutaran film itu dilakukan di kemudian hari."

Meskipun awalnya menolak untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Slidstvo.info, kantor Zelensky menjelaskan pada Oktober 2021 bahwa semua orang merelokasi bisnis mereka ke luar negeri. Terutama di industri TV selama zaman mantan Presiden Viktor Yanukovich.

Zelensky juga mengeklaim bahwa otoritas pajak memeriksa transaksinya "hampir setiap hari" pada saat itu. Ini menyiratkan bahwa mereka tidak pernah menemukan pelanggaran.

Dia juga membantah dengan keras terlibat dalam pencucian uang. Meski begitu, ia menghindari pertanyaan tentang apakah dia benar-benar membayar semua pajak.

Menurut buku itu, pada 27 Oktober, Badan Nasional Pencegahan Korupsi Ukraina mengumumkan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan terhadap kegiatan bisnis Zelensky. Disebutkan pula tidak menemukan sesuatu yang ilegal.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Disamakan dengan Hitler oleh Rusia, Zelensky Curhat ke Israel


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading