Sri Mulyani: Ada Inflasi yang Tak Bisa Dikendalikan

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 August 2022 16:15
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers: APBN KITA Agustus 2022. (Tangkapan Layar Youtueb Kemenkeu) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers: APBN KITA Agustus 2022. (Tangkapan Layar Youtueb Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi pergerakan inflasi nasional dikhawatirkan oleh Pemerintah, terutama berasal dari kelompok bahan makanan yang terutama tidak bisa diatur oleh pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak henti memikirkan inflasi yang kian meningkat, terutama dari kelompok bahan makanan yang mencapai 11,5%. Karena kelompok bahan makanan ini tidak bisa diatur oleh pemerintah.

"Inflasi yang didorong pangan karena mencapai 11,5% dan inflasi yang diatur pemerintah namun tak semuanya bisa ditahan," jelasnya, dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Kamis (11/8/2022).


Sri Mulyani memahami, kendati harga kelompok barang yang diatur pemerintah seperti bensin, LPG, hingga listrik bisa ditahan, namun ternyata tak semua harga bisa dikendalikan. Salah satunya, adalah harga dampak dari kenaikan harga bensin.

"Kita lihat ada beberapa harga energi juga atau transportasi seperti tiket pesawat mengalami kenaikan, terlihat dari administered price 6,5%," jelasnya.

Sri Mulyani meminta seluruh jajarannya mewaspadai hal ini. Pasalnya, krisis pangan dan energi yang saat ini terjadi tidak bisa seluruhnya dikompensasi oleh pemerintah. Artinya, kenaikan harga pangan dan BBM memang tak bisa selamanya ditahan.

"Meskipun Indonesia telah menaikkan subsidi energi hingga Rp 502 triliun, apabila tidak dikeluarkan atau ditahan, tentu harga energi akan jauh lebih tinggi dari 6,5," jelasnya.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catatan Pergerakan Harga Pangan


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading