Internasional

Taiwan Latihan Militer, China: Mempercepat Kematian Mereka

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 August 2022 12:00
Militer Taiwan melakukan latihan tembakan langsung artileri di kotapraja Fangshan di Pingtung, Taiwan selatan, Selasa (9/8/2022).. Kantor Berita Pusat resmi Taiwan melaporkan bahwa tentara Taiwan akan melakukan latihan artileri tembakan langsung di daerah Pingtung selatan pada hari Selasa dan Kamis, dalam menanggapi latihan Cina. (AP Photo/Johnson Lai) Foto: Militer Taiwan melakukan latihan tembakan langsung artileri di kotapraja Fangshan di Pingtung, Taiwan selatan, Selasa (9/8/2022).. Kantor Berita Pusat resmi Taiwan melaporkan bahwa tentara Taiwan akan melakukan latihan artileri tembakan langsung di daerah Pingtung selatan pada hari Selasa dan Kamis, dalam menanggapi latihan Cina. (AP Photo/Johnson Lai)

Jakarta, CNBC Indonesia - China memberikan ancaman baru kepada Taiwan setelah hampir seminggu menggelar latihan perang di dekat pulau itu. Bahkan menyebut latihan perang yang digelar hanya akan mempercepat kematiannya sendiri.

"Kolusi Taiwan dengan kekuatan eksternal untuk mencari kemerdekaan dan provokasi hanya akan mempercepat kematian mereka sendiri dan mendorong Taiwan dalam jurang bencana," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin pada Briefing Harian, dikutip dari Associated Press, Jumat (13/8/2022).

"Keinginan mereka untuk merdeka tidak akan pernah berhasil, dan setiap upaya untuk menjual kepentingan nasional akan menemui kegagalan total," tambah Wang.


Upaya China untuk mengintimidasi publik Taiwan dan mengumumkan strateginya untuk memblokade dan berpotensi menginvasi pulai itu, secara langsung didorong oleh Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

Sebelumnya, melansir Reuters, Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengatakan Washington tidak boleh membiarkan China terus menekan Taiwan.

Pelosi juga mengatakan tidak ada alasan bagi Beijing untuk menghambat kunjungannya ke Taiwan. Ia menegaskan China akan menerapkan kenormalan baru terhadap pulau itu yakni dengan latihan militer besar yang rutin.

"Apa yang kami lihat dengan China adalah bahwa mereka mencoba membangun semacam normal baru. Dan kami tidak bisa membiarkan itu terjadi," ujarnya.

"Kami pergi ke sana untuk memuji Taiwan. Kami pergi ke sana untuk menunjukkan persahabatan kami, untuk mengatakan China tidak bisa mengisolasi Taiwan."

Selain itu, Pelosi juga menanggapi manuver China untuk memasukkannya dalam daftar sanksi Beijing. Ia mengaku tidak ambil pusing dan terlalu mempermasalahkan langkah China itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Buka Suara soal Kisruh China vs Taiwan & Kedatangan Pelosi


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading