Suasana Memanas, Ternyata China-AS Lagi 'Rebutan' Ini di RI

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 August 2022 10:15
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song Foto: Bendera Tiongkok dan AS berkibar di dekat Bund, jelang delegasi perdagangan AS bertemu dengan China di Shanghai, Cina 30 Juli 2019. REUTERS / Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Tensi antara Amerika dan China makin panas, bahkan cukup membuat negara lain was-was.

AS-China merupakan mitra dagang Indonesia, di mana merupakan daerah tujuan ekspor maupun investor di dalam negeri. Di sisi lain, China-AS juga merupakan sumber pasokan barang konsumsi, seperti buah segar, daging, hingga produk susu bagi RI.

Data Departemen Pertanian AS (USDA) mencatat sepanjang 2021, nilai impor produk konsumsi Indonesia mencapai US$ 6,3 miliar yang dipasok oleh China, Australia, AS, Selandia Baru, dan negara lainnya. Artinya, beberapa produk konsumsi di RI diperebutkan beberapa negara itu.


Data tersebut juga menunjukkan, untuk produk konsumsi tertentu, AS unggul di pasar Indonesia. Namun, untuk produk lainnya, China lebih unggul.

Hanya saja, secara total, keperkasaan China di pasar Indonesia sepertinya tak tertandingi.

Terkait produk pangan di pasar ritel Indonesia, dari total impor produk berorientasi konsumen atau produk konsumsi, sebanyak US$ 2,035 miliar berasal dari China, disusul Australia dengan porsi US$ 785 juta.

Sementara, AS dan Selandia baru bersanding dengan masing-masing porsi US$705 juta dan US$ 647 juta.

"Impor dari AS turun 3 persen secara tahunan, terutama akibat penurunan ekspor susu bubuk, buah segar (apel dan jeruk lemon), juga kentang (french fries). Impor Indonesia didominasi produk untuk input manufaktur atau volume produksi lokalnya tidak mencukupi," demikian ditulis laporan USDA, dikutip Sabtu (13/8/2022).

"AS bersaing dengan Selandia Baru, Australia, dan Uni Eropa untuk produk susu, dan dengan China dan Australia untuk buah segar, serta dengan Australia dan India untuk kategori produk sapi," lanjut laporan tersebut.

Khusus untuk buah, produk impor di pasar ritel Indonesia mencapai 710.867 ton per Maret 2021. Setara dengan US$ 1,387 miliar.

Di mana, secara nilai, China menguasai dengan porsi 66%, disusul Australia 9%, Thailand 8%, sedangkan AS memasok 6%.

Pasar buah impor ini menjadi peluang yang masuk dalam sorotan AS. Di mana, dengan total nilai pasar sekitar US$ 1,4 miliar, ditopang meningkatnya kesadaran pola hidup sehat, menjadi daya tarik tersendiri.

Disebutkan, produk utama impor asal AS diantaranya susu dan krim bubuk, suplemen dan bumbu masakan, apel, daging sapi beku, anggur, french fries, almond, dan keju.

Sementara, produk AS yang memiliki prospek paling menjanjikan di pasar ritel Indonesia adalah buah segar, daging sapi, keju, camilan, makanan beku, dan bumbu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lawan Inflasi, AS Bakal Turunkan Tarif Impor Produk China


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading