Mantap! Lebih 20 Juta Pedagang RI Sudah Gunakan QRIS

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
12 August 2022 21:34
Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Juli 2022 dg Cakupan Triwulanan (Tangkapan layar Youtube Bank Indonesia) Foto: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Juli 2022 dg Cakupan Triwulanan (Tangkapan layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan saat ini saat ini sudah lebih dari 20 juta pedagang atau merchant yang menggunakan QR Indonesian Standar (QRIS), sejak diluncurkan sejak Agustus 2019.

Hal itu disampaikan Perry dalam webinar bertajuk Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT), Jumat (12/8/2022).

"Sekarang QRIS sudah dipakai lebih dari 20 juta pengguna, untuk memfasilitasi berbagai transaksi di bidang fiskal. Kami terus mendorong digitalisasi pembayaran, perbankan, fintech maupun digitalisasi di e-commerce," jelas Perry.


Adapun BI menargetkan sebanyak 45 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menggunakan QRIS pada 2023. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, BI menargetkan pengguna QRIS akan mencapai 30-65 juta UMKM.

Dalam mendorong digitalisasi keuangan, BI juga telah menyediakan infrastruktur pembayaran digital secara cepat melalui BI-Fast yang membuat transaksi keuangan dapat dilakukan dalam beberapa detik, dengan biaya maksimal Rp 2.500 guna mendigitalisasi sistem pembayaran Indonesia dan mendorong transformasi digital UMKM.

Seperti diketahui, baik QRIS dan BI-Fast merupakan program dari BI untuk mendigitalisasi sistem pembayaran sebagaimana tertuang dalam Cetak Biru Digitalisasi Sistem Pembayaran Indonesia 2020-2025 yang diluncurkan pada 2019.

Juga, saat ini, kata Perry Bank Indonesia tengah mengembangkan infrastruktur pembayaran dan pasar uang yang terintegrasi untuk pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan melalui central bank digital currency (CBDC) alias rupiah digital.

"Dalam tahap akhir dan akan meluncurkan bersamaan dengan integrasi digitalisasi sistem pembayaran dan pasar uang dan bekerjasama dengan pihak industri dan bank-bank sentral lain," jelas Perry.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dunia Gonjang-Ganjing, Bos BI Beberkan Kondisi Rupiah Terkini


(cap/cap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading