Makin Horor! Jokowi Ungkap Dunia Kini Hadapi Triple Krisis

News - Hadijah Alaydrus, CNBC Indonesia
12 August 2022 20:45
Upacara Penyambutan Kenegaraan Presiden Timor-Leste, Istana Bogor, 19 Juli 2022. (Tangkapan layar) Foto: Upacara Penyambutan Kenegaraan Presiden Timor-Leste, Istana Bogor, 19 Juli 2022. (Tangkapan layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa dunia tengah menghadapi krisis pelik, mulai dari krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan.

Hal ini diungkapkan beliau kepada para pemimpin lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (12/8/2022).

"Kita berbicara mengenai krisis global yang berkaitan dengan krisis pangan, krisis energi, dan juga krisis keuangan. Kita berbagi, sharing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan domestik kita, baik yang berkaitan dengan pangan, yang berkaitan dengan energi, dan juga yang berkaitan dengan keuangan," ujar Jokowi.



Jokowi pun menyinggung perihal subsidi pemerintah dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga energi. Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan jumlah subsidi yang cukup besar dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Cari negara yang subsidinya sampai Rp502 triliun karena kita harus menahan harga Pertalite, gas, listrik, termasuk Pertamax, gede sekali. Tapi apakah angka Rp502 triliun ini masih terus kuat bisa kita pertahankan?" kata Jokowi.

Jokowi pun meminta jajarannya untuk terus waspada apabila APBN tidak lagi kuat untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara terus menerus sehingga terjadi kenaikan harga di masyarakat. Bahkan menurut Presiden, saat ini kenaikan harga BBM sudah terjadi di banyak negara di dunia.

"Ya kalau bisa ya alhamdulillah baik, artinya rakyat tidak terbebani. Tapi kalau memang APBN tidak kuat bagaimana? Kan negara lain harga BBM-nya sudah Rp17 ribu, Rp18 ribu, sudah naik dua kali lipat semuanya. Ya memang harga ekonominya seperti itu," terangnya.




Dalam kesempatan tersebut, Jokowi turut menyampaikan informasi terkait kondisi perekonomian nasional saat ini, termasuk anggaran dan pendapatan negara.

"Tadi kami menyampaikan kepada beliau-beliau mengenai fakta-fakta itu, angka-angka itu. Kalau kita masih ada income negara dari komoditi, dari komoditas itu masih baik ya kita jalani, tapi kalau enggak?" ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Adapun, pemimpin lembaga negara yang hadir adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua BPK Isma Yatun, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata, serta Ketua MA M. Syarifuddin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ketimbang Subsidi BBM Cs, Jokowi Disarankan Tambah BLT Lagi


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading