Ekonomi RI Meroket, Sri Mulyani: Tak Usah Jumawa!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
11 August 2022 11:32
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers  Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,44% (year on year) pada Kuartal II-2022 merupakan sesuatu yang sangat mengesankan. Namun, semuanya tidak boleh terlena.

"Kemarin kita mendengar kegiatan ekonomi pertumbuhannya pada Kuartal II-2022 mencapai 5,44%, ini adalah pertumbuhan yang cukup impressive," ujarnya dalam acara The 1st International Conference on Women & Sharia Community Empowerment, Kamis (11/8/2022).

"Kalau dilihat pada tahun lalu Kuartal II, kita menghadapi pertumbuhan yang cukup tinggi, dan ini adalah momentum pemulihan yang terus akan kita jaga bersama," ujarnya lagi.

Sri Mulyani bilang, bahwa saat ini semuanya harus waspada karena kondisi global dan tensi geopolitik dunia memberikan risiko yang berbeda.

"Artinya, tidak ada tempat dan waktu untuk kita jumawa atau merasa sudah pulih," jelas Sri Mulyani.



Perjalanan, kata Sri Mulyani harus dilalui bersama dan memerlukan kerjasama yang baik, masyarakat yang miskin dan rentan, yang terkena dampak negatif bisa dipulihkan secara penuh.

"Saling mengisi, instrumen, ide, inovasi, dan dari kegiatan Indonesia bisa pulih merata dan memulihkan kelompok-kelompok yang rentan akibat pandemi dan munculnya risiko ekonomi yang baru," kata Sri Mulyani melanjutkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, kinerja ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2022 ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 5,51% (yoy) atau berkontribusi 2,92% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat selama periode bulan Ramadan dan hari Raya Idul Fitri menjadi faktor kunci pendorong pertumbuhan kuartal II-2022. Di tengah dinamika perekonomian global, ekspor Indonesia juga masih tumbuh tinggi

Kemudian, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2022 juga ditopang oleh kinerja ekspor yang tumbuh 19,74% (yoy) atau berkontribusi 2,14% terhadap realisasi pertumbuhan nasional.

Sementara dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan yang masih menjadi kontributor utama produk domestik (PDB) nasional, tercatat mampu tumbuh 4,01%. Industri pengolahan berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan, yaitu sebesar 0,82%.

Kemudian, sektor penunjang pariwisata, seperti sektor transportasi dan pergudangan, serta akomodasi dan makan minum juga turut tumbuh signifikan, setelah sebelumnya terdampak cukup signifikan oleh pandemi Covid-19 di tahun 2020 dan 2021.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Tekanan, Begini Ramalan Sri Mulyani Soal Ekonomi RI 2022


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading