Hutama Karya Catat Pendapatan Rp 8,13 T di Semester I

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
08 August 2022 08:50
Hutama Karya Foto: Dok Hutama Karya

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2022, dari sisi pendapatan, ekuitas hingga pertumbuhan aset. Perusahaan konstruksi pelat merah ini membukukan pendapatan senilai Rp 8,13 triliun, naik 1,9% dibandingkan periode sebelumnya.

Hutama Karya juga mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 5,83 triliun pada semester I-2022.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Hutama Karya, Eka Setya Adrianto menjelaskan, Hutama Karya mencatat total aset naik 15,76% menjadi Rp 127,95 triliun dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekuitas perusahaan tumbuh sebesar 76,99% menjadi Rp 54,15 triliun dan liabilitas turun 7,67% menjadi Rp 73,8 triliun.


"Hutama Karya juga membukukan peningkatan pada EBITDA sebesar Rp 1,71 triliun atau meningkat 44,70% dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi, khususnya yang menyebabkan pertumbuhan trafik di ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)," ujar Adrianto dalam keterangannya, Senin (8/8/2022).

Sementara itu, Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi mengatakan untuk mendorong kinerja konstruksi, perusahaan lebih selektif dalam mengikuti tender dan memilih kontrak-kontrak baru. Dengan begitu perusahaan bisa memastikan margin konstruksi yang cukup untuk meningkatkan profitabilitas.

Dari perolehan kontrak baru baru, segmen yang memberikan kontribusi terbesar yakni sektor EPC sebesar 41,84% serta sektor jalan dan jembatan sebesar 45,47% dari total nilai kontrak baru. Selain itu, kinerja dari sektor proyek gedung Hutama Karya juga mengalami peningkatan dan menghasilkan keuntungan di mana baru-baru ini perusahaan meraih kontrak proyek RS Sanglah, Menara Turyapada di Bali, dan revitalisasi Gedung Parkir TMII.

"Sampai dengan semester I-2022, kontrak baru dari swasta mendominasi perolehan kontrak baru Hutama Karya dengan kontribusi mencapai 50,40%, disusul oleh pemerintah sebesar 26,50%, dan BUMN sebesar 23,09%. Hutama Karya optimis masih mengejar target kontrak baru di 2022 yang telah ditetapkan," imbuh Gunadi.

Dengan total perolehan tersebut, lanjut dia, Hutama Karya masih terus mengejar perolehan kontrak baru pada tahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan dengan berfokus pada proyek proyek jalan dan jembatan.

Dia juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut karena perbaikan dan transformasi yang dilakukan perusahaan. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas hasil produk konstruksi untuk memberikan nilai tambah bagi portofolio perusahaan, serta peningkatan upaya efisiensi beban usaha.

Selain itu, strategi yang dilakukan perusahaan guna mendongkrak kinerja di 2022 adalah meningkatkan basis kekuatan kolektif grup usaha dengan menguatkan fondasi keuangan individu perusahaan beserta masing-masing anak perusahaan.

Menurut dia, kinerja yang baik ini menjadi modal yang kuat bagi Hutama Karya untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Setelah berpengalaman membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Hutama Karya cukup berminat untuk mengikuti tender pada beberapa proyek di IKN sesuai dengan proses tender secara umum berusaha seoptimal mungkin mengutilisasi kapasitas dan kapabilitas perusahaan.

"Hutama Karya akan semaksimal mungkin berperan serta baik secara non JO maupun JO dengan BUMN Karya atau swasta lainnya. Kami menargetkan proyek-proyek dari sektor infrastruktur jalan tol, jembatan, gedung-gedung perkantoran, hingga prasarana air bersih dan sanitasi yang akan dilelang dalam projek IKN," imbuh Gunadi.

Lebih lanjut, dari sisi bisnis pengelolaan jalan tol, Hutama Karya mencatat tren peningkatan Volume Lalu Lintas (VLL) yang cukup signifikan pada ruas-ruas yang dikelola. Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan bahwa selama semester I-2022, pertumbuhan VLL mencapai 21,32% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

"Pertumbuhan VLL yang berdampak pada profitabilitas pendapatan perusahaan yang tumbuh dapat terealisasi seiring dengan recovery perekonomian dan market utamanya pada saat telah diizinkannya mudik lebaran 2022 serta pelonggaran peraturan mengenai Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga trafik pada ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya tumbuh signifikan," jelas Koentjoro.

Selain itu, pertumbuhan ini disebabkan karena bertambahnya ruas-ruas baru seperti Tol Binjai - Langsa Seksi 1 (Binjai - Stabat) dan Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 2 (Seulimeum - Jantho). Adapun Hutama Karya memproyeksikan VLL akan pulih sehingga pendapatan penerimaan dari jalan tol dapat meningkat.

Dari sisi konstruksi, Hutama Karya juga terus melanjutkan pembangunan ruas-ruas JTTS di mana sudah mulai memasuki fase akhir untuk tahap 1 yang nantinya dapat segera menghubungkan kota-kota besar di Sumatera. Sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Saat ini, Hutama Karya masih fokus dalam penyelesaian JTTS di 8 ruas tol tahap I. Adapun progres masing-masing ruas tol tersebut yakni Tol Sigli - Banda Aceh (74 Km) dengan total progres konstruksi mencapai 90.54%, Tol Indrapura - Kisaran (48 Km) dengan progres konstruksi 54.55%, Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat (143 Km) dengan progres konstruksi 63,94%, dan Tol Sp. Indralaya - Muara Enim Seksi Indralaya - Prabumulih (65 Km) dengan progres konstruksi 76.08% 5.

Kemudian Tol Padang - Sicincin (38 Km) dengan progres konstruksi mencapai 45,3%, Tol Pekanbaru - Pangkalan (65 km) Seksi Pekanbaru - Bangkinang (40 Km) dengan progres konstruksi 83.58% dan Seksi Bangkinang - Pangkalan (25 Km) dengan progres konstruksi 62.33%, Tol Bengkulu - Taba Penanjung (17,6 Km) dengan progres konstruksi 100%, serta Tol Binjai - Langsa seksi Binjai - Pangkalan Brandan (58 Km) dengan progres konstruksi 58.07%.

"Selain itu, perusahaan diproyeksikan dapat tetap menjaga kinerja keuangan sesuai dengan target proyeksi tahun 2022 dari peluang proyek kontrak baru yang akan ditenderkan di tahun ini dan dimulainya kembali proyek-proyek yang sempat terhenti pasca Covid-19," pungkas dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hutama Karya & JICA Gelar Diskusi Soal Teknik Perbaikan Tanah


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading