Internasional

Ini Bukti Terbaru Pasukan Putin Mulai Terdesak di Ukraina

News - luc, CNBC Indonesia
09 August 2022 06:10
Pemerintah Rusia pimpinan Presiden Vladimir Putin (Getty Images/Contributor) Foto: Pemerintah Rusia pimpinan Presiden Vladimir Putin (Getty Images/Contributor)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak serangan Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari lalu, berbagai bantuan terus mengalir untuk Kyiv. Hal itu nyatanya membuat pasukan Presiden Vladimir Putin sulit untuk mencapai tujuannya.

Bahkan, Ukraina mulai melancarkan serangan balik setelah mendapatkan bantuan persenjataan canggih dari Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Terbaru, pasokan bantuan militer ke Ukraina oleh AS dan negara-negara lain dilaporkan sedang dikoordinasikan di instalasi AS di dekat Stuttgart, Jerman. AS sekarang mengoordinasikan sekitar 50 negara untuk memberikan bantuan semacam itu ke Ukraina.

Dalam laporan Deutsche Welle (DW), yang dikutip Newsweek, Senin (8/8/2022), bantuan tersebut termasuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) yang banyak dipuji, serta howitzer self-propelled PzH 2000 dari Jerman dan Belanda.

Nico Lange, seorang anggota parlemen Jerman dan kepala staf untuk Menteri Pertahanan Federal negara itu, mengatakan bahwa masuknya bantuan militer yang signifikan ke Ukraina ini mengubah dinamika invasi Rusia.

"Aspek penting dari beberapa hari terakhir adalah bahwa Rusia sekarang dipaksa untuk bereaksi terhadap pernyataan dan tindakan Ukraina," kata Lange.

Dia mengatakan Rusia memindahkan kekuatan signifikan ke selatan, menuju Kherson dan Zaporizhzhia, dua wilayah di Ukraina Selatan yang sebagian besar jatuh di bawah pendudukan Rusia. Mereka juga dalam beberapa pekan terakhir menjadi terlalu fokus terhadap serangan balasan yang signifikan oleh pasukan Ukraina yang bertujuan untuk merebut kembali mereka.

Menurutnya, serangan Ukraina tidak akan terlihat seperti yang dilakukan Rusia. Itu juga akan bergantung pada partisan, pada pemberontakan di kota-kota yang diduduki, pada operasi bergerak di belakang garis musuh.

"Rusia mengalami masalah besar dalam mengendalikan daerah-daerah ini. Ada banyak aktivitas partisan di bagian yang diduduki dari oblast Zaporizhzhia. Patroli Rusia terbunuh pada malam hari. Di Melitopol, juga, seperti di Kherson, ada poster yang diarahkan melawan penjajah Rusia, ada kampanye selebaran. Sesuatu yang baru terus-menerus disiapkan," katanya.

Rusia pun disebut menghadapi kesulitan luar biasa karena tidak bisa mengembangkan pergerakan pasukannya.

Perlu diketahui, disuplai oleh AS, M142 HIMARS telah disebut sebagai 'pengubah permainan' dalam pertempuran negara itu melawan Rusia. Mampu dimuat dengan enam rudal berpemandu GPS yang presisi, HIMARS bisa mencapai target hingga 300 km.

AS mengeklaim bahwa pada akhir Juli, pasukan Ukraina telah menggunakan HIMARS untuk menghancurkan lebih dari 100 target Rusia bernilai tinggi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Ancam Negara Barat, Ukraina Bisa Menjadi Tragedi


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading