Internasional

Panas! Tokyo Ngamuk, Rudal China Jatuh ke Laut Jepang

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
05 August 2022 10:00
Japanese and Chinese national flags flutter near a portrait of the late Chinese leader Mao Zedong at the Tiananmen Gate in Beijing, Friday, Oct. 26, 2018. Japanese Prime Minister Shinzo Abe held a second meeting with his Chinese counterpart Li Keqiang on Friday during the first formal visit to Beijing by a Japanese leader in nearly seven years that heralds warming ties following years of acrimony. (AP Photo/Andy Wong) Foto: AP/Andy Wong

Jakarta, CNBC IndonesiaJepang mengecam keras China. Pasalnya, rudal balistik yang ditembakkan negeri itu dalam latihan militer menanggapi Taiwan, jatuh ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Jepang.

Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Nobuo Kishi, mengatakan setidaknya lima rudal mendarat di teritorinya. "Jepang telah mengajukan protes dengan China melalui saluran diplomatik," ujarnya dikutip Channel News Asia (CNA), Jumat (5/8/2022).

Kishi menambahkan lima rudal itu diyakini jatuh di barat daya pulau Hateruma di Okinawa. Ia meyakini wilayah mendaratnya semua rudal itu itu juga telah dipetakan Beijing sebelumnya sebagai tempat mendarat.


"Kesembilan rudal itu diyakini jatuh di dalam wilayah yang ditentukan oleh China untuk latihan militer," kata Kishi seraya mengatakan latihan China itu sangat mengancam.

Hal sama juga ditegaskan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Ia menyebut latihan militer China sebagai masalah serius yang berdampak pada keamanan nasional dan keselamatan warga negara Jepang.

"Tindakan China kali ini berdampak serius pada perdamaian dan stabilitas kawasan kami dan komunitas internasional," kata Kishida kepada wartawan setelah bertemu Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang sedang melawat ke Jepang untuk sarapan pagi, dikutip AFP.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa kami telah menyerukan pembatalan segera latihan militer," tambahnya.

China sendiri menjalankan latihan besar di sekitar Taiwan tatkala Pelosi berada di pulau yang diklaim sebagai wilayah Tirai Bambu itu. Manuver Pelosi dianggap sebagai dukungan kemerdekaan atas pulau itu.

Dalam pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan, China telah menembak 11 rudal balistik Dongfeng di perairan sekitar Taiwan. Terakhir kali China menembakkan rudal ke perairan Taiwan adalah pada tahun 1996.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan rudal-rudal itu terbang tinggi ke atmosfer. Mereka yakin, sementara ini, rudal bukan merupakan ancaman terhadapnya.

Meski begitu, Taipei mengaku tidak akan mengungkapkan jalur penerbangan rudal China. Itu karena masalah intelijen.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kembali Panas! Begini Sejarah Panjang Kisruh China vs Taiwan


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading